Klinik Seroja Dianggap Tak Memadai, DPRD Cirebon Dorong Pemkot Sediakan Klinik ODHA yang Ideal
Ia mengatakan, Pemkot Cirebon melalui RSD Gunung Jati harus mengoptimalkan klinik tersebut sesuai kebutuhan ODHA.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong Pemkot Cirebon mengoptimalkam klinik pengobatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Saat ini, Klinik Seroja di RSD Gunung Jati yang menjadi rujukan utama pasien ODHA di Kota Cirebon dianggap belum memadai.
Ruang pelayanan di klinik tersebut juga dinilai masih kurang ideal bagi ODHA.
Sebab, ruang tunggu yang masih terbuka, ruang konselingnya tidak kedap suara, dan lainnya.
"Alangkah baiknya ruang pelayanan di Klinik Seroja dibuat ideal untuk teman-teman ODHA," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, saat rapat dengar pendapat bersama KPA, LSM, dan RSD Gunung Jati di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (16/3/2021).

Ia mengatakan, Pemkot Cirebon melalui RSD Gunung Jati harus mengoptimalkan klinik tersebut sesuai kebutuhan ODHA.
Karenanya, KPA pun mendorong agar ruang tunggu di Klinik Seroja dibuat tertutup dan ruang konselingnya kedap suara.
"Ya, wajar saja ada permintaan dari KPA, dan kami juga turut mendorong agar Klinik Seroja dioptimalkan," ujar Tresnawaty.
Namun, pihaknya mengakui merelokasi Klinik Seroja menjadi lebih ideal bagi ODHA memang membutuhkan waktu.
Terlebih, saat ini RSD Gunung Jati tengah fokus menangani pasien Covid-19 dan menjadi rujukan utama di Wilayah III Cirebon.
"Minimalnya RSD Gunung Jati bisa membuat ruang konseling bagi ODHA yang kedap suara, dan ruang tunggu tertutup," kata Tresnawaty.
Baca juga: Kecelakaan Terjadi Lagi di Tanjakan Cae Wado, Mesin Truk Tiba-tiba Mati Lalu Terguling 50 M dari Bus
Baca juga: KPA Minta Pemkot Cirebon Sediakan Klinik ODHA yang Representatif, Klinik Seroja Kurang Memadai