Breaking News:

Satgas Ungkap Kronologi Keluarga yang Nekat Bawa Pulang Jenazah Covid-19 di Indramayu

keluarga berhasil dibujuk, mereka akhirnya mau menggunakan alat pelindung diri (APD) walau tetap bersikeras ingin memandikan dan memakamkan sendiri je

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (12/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kejadian keluarga membawa paksa jenazah Covid-19 terjadi di Kabupaten Indramayu.

Kejadian itu diketahui terjadi di RSUD Indramayu pada Kamis (11/3/2021) kemarin sekitar pukul 07.30 WIB.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, keluarga menolak saat pasien hendak dimakamkan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Mereka lantas membawa pulang jenazah dengan menggunakan mobil bak terbuka pribadi.

"Rekan-rekan kami di rumah sakit sudah menyarankan agar keluarga memakamkan jenazah dengan protokol kesehatan, tetapi keluarga memasak menolak dan membawa jenazah dengan menggunakan mobil terbuka," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (12/3/2021).

Karena keluarga memaksa membawa jenazah, Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu pun segera berkoordinasi dengan Satgas di tingkat kecamatan.

Baca juga: PGRI Sesalkan Aparat Desa yang Marahi dan Tunjuk-tunjuk Guru Gara-gara Unggah Video Jalan Butut

Baca juga: Pria Wanita Mandi Telanjang Bersama di Tengah Kebun Sawit Banten, Diduga Ritual Aliran Sesat Hakekok

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 13 Maret 2021: Libra Jangan Marah, Sagitarius Berpikir Sebelum Bertindak

Di sana keluarga berhasil dibujuk, mereka akhirnya mau menggunakan alat pelindung diri (APD) walau tetap bersikeras ingin memandikan dan memakamkan sendiri jenazah.

Hanya saja, APD yang disiapkan sebanyak 6 set, tidak mencukupi untuk memfasilitasi keluarga tersebut, semua ingin turut serta ikut memakamkan.

"Pihak keluarga menyadari dan kami berikan APD kepada mereka yang memandikan, tapi memang tidak maksimal karena semuanya ingin ikut memandikan dan menguburkan," ujarnya.

Walau demikian, mereka yang tidak mengenakan APD tetap diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, pasien tersebut merupakan perempuan berusia (42) warga Kecamatan Pasekan.

Ia meninggal dunia sebelum keluar hasil tes usapnya. Akan tetapi, pasien mengalami gejala yang mirip Covid-19 dan oleh tim medis dimasukan dalam kategori suspek Covid-19.

"Kami masih menunggu hasil swab pasien," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved