Suara Aprilia Manganang Bergetar Ditanya Jenderal Andika Seusai Operasi, 'Ini Yang Saya Tunggu'
Operasi correction surgery yang dijalani April itu dijadwalkan dua kali. Namun hasil yang pertama sudah berjalan dengan baik.
TRIBUNCIREBON.COM JAKARTA - Aprilia Santini Manganang tampak berbaring di atas ranjang Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
Mantan pemain timnas voli putri Indonesia itu baru saja menjalani bedah korektif atau corrective surgery.
Dalam tayangan videotron di Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa bertanya kepada April perasaannya seusai menjalani operasi untuk memperbaiki kondisi kelainan kelamin yang dideritanya.
April kemudian dengan suara bergetar dan terbata-bata mengatakan hal tersebut adalah momen yang sudah ditunggunya sejak lama.
Ia mengaku bahagia setelah menjalani operasi tersebut.
"Ini momen yang sangat saya tunggu Bapak. Ini momen yang sangat bahagia banget. Puji Tuhan banget buat Tuhan Yesus saya bisa lewati ini," kata April, Selasa (9/3).
Didampingi Ketua Persit Kartika Candhra Kirana, Hetty Andika Perkasa, April yang juga tercatat sebagai prajurit TNI AD berpangkat Sersan Dua (Serda) itu menyampaikan rasa syukurnya telah dipertemukan dengan Andika dan Hetty sehingga operasi pertama tersebut bisa terjadi.
Baca juga: Batal Menikahi Kekasih, Pria Ini Dijatuhi Hukuman Bayar Ganti Rugi Rp 150 Juta, Ini Kronologinya
Baca juga: PNS yang Tewas Gantung Diri di Kuningan Ternyata Pengantin Baru, Korban Mengidap Penyakit Komplikasi
Baca juga: Virus Corona Varian Baru B.1.1.7 Sudah Masuk ke 4 Provinsi Ini, Masyarakat Diminta Disiplin Prokes
Ia juga berterima kasih kepada tim dokter RSPAD yang telah melakukan operasi kepadanya.
”Saya sangat bahagia Bapak. Selama 28 tahun saya menunggu, dan akhirnya hari ini bisa tercapai juga," kata April.
Sementara itu Jenderal Andika Perkasa mengatakan April yang selama ini dikenal sebagai atlet voli putri sebenarnya adalah laki-laki.
Ia juga terlahir sebagai seorang laki-laki. Namun, saat lahir April mengalami kelainan sistem reproduksi yang disebut Hisposdia.
Saat April dilahirkan, keluarga dan paramedis yang menanganinya tak begitu paham dengan jenis kelainan ini.
Alhasil, saat itu April dinyatakan sebagai perempuan lantaran alat kelamin yang dimilikinya memang sedikit berbeda. "April lahir tumbuh besar diklaim wanita, akte wanita, tapi penampilan tak seperti wanita," kata Andika.
Kelainan yang dialami April itu baru diketahui oleh Pangdam Manado beberapa waktu belakangan. Akhirnya, pada 3 Februari 2021, Jenderal Andika dan jajarannya sengaja memanggil April untuk menjalani pemeriksaan medis di RSPAD.
Setelah melakukan pemeriksaan dan mendapatkan hasil rekam medis, diketahui hormon testosteron April lebih tinggi.