KSAD Jenderal Andika Perkasa Ungkap Hasil Tes Medis Aprilia Manganang: Dia Bukan Transgender ya!
Andika mengatakan, Serda Manganang lahir sebagai laki-laki dengan kelainan hipospadia.
Bahkan, ia mengatakan bahwa terakhir kali memakai rok saat ia SMA.
"Saya terakhir kali mengenakan rok saat masih SMA."
"Bagi saya rok itu keramat. Mungkin saya akan mengenakannya ketika menikah atau kalau Lee Min-ho melamar hahaha," ujar atlet sangar penggemar drama Korea tersebut.
April mengaku kaku karena dalam acara resmi Kowad, ia dituntut cantik dan berdandan sebagaimana mestinya seorang perempuan.
"Pas di foto itu aku kelihatan kaku banget. Kalau anggota Kowad yang cewek kan memang wajib pakai makeup saat acara resmi. Sudah lama sekali tak berdandan seperti itu," ujar April.
"Dulu pernah pakai gaun saat peneguhan sidi (baptis), itu pun sudah lama sekali," kenang April kepada Kompas.com.
Tetapi, pekerjaannya kini mau tak mau menuntut April berpenampilan cantik dan feminin.
"Akan tetapi, namanya juga kerja."
"Aku disuruh pakai rok, sepatu high heels yang tingginya lima senti dan harus jalan feminin.
"Aku pun sebenarnya enggak mau ngaku kalau itu aku," ujar April yang mengaku malu saat harus berdandan cantik.
2. Dari keluarga kurang berada
Sebelum menjadi atlet ternama dan anggota TNI, Aprilia merupakan gadis kecil yang tangguh dan kerap membantu kedua orang tuanya.
Menyadari bahwa lahir dari keluarga yang kurang berada, Aprilia bersedia membantu orangtuanya berjualan sang ibu.
Dilansir dari Juara.net, April mengatakan bahwa ia saat kecil membantu ibunya berjualan pisang goreng.
"Ketika kecil, saya sudah membantu Mama berjualan pisang goreng di sekitar rumah."