Breaking News:

Yuk Perbanyak Membaca Sholawat Rajabiyah di Bulan Rajab, Bulan Ramadan Tinggal 36 Hari Lagi Lho

Bulan Ramadan tinggal 36 hari lagi, yuk perbanyak membaca Sholawat Rajabiyah.

Editor: dedy herdiana
123
Ilustrasi: berdoa. Yuk Perbanyak Membaca Sholawat Rajabiyah di Bulan Rajab, Bulan Ramadan Tinggal 36 Hari Lagi Lho 

TRIBUNCIREBON.COM - Bulan Ramadan tinggal 36 hari lagi, yuk perbanyak membaca Sholawat Rajabiyah.

Di bulan Rajab dan Sya'ban, sebaiknya umat muslim banyak membaca Sholawat Rajabiyah.

Karena Sholawat Rajabiyah merupakan doa agar mendapatkan berkah pada Bulan Rajab dan Sya'ban.

Selain itu ada pula harapan agar dipanjangkan umur, sehingga bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.

Baca juga: Bulan Ramadan Tinggal 38 Hari Lagi, Ini Jadwal Puasa Menurut Muhammadiyah, Jangan Lupa Puasa Qadha

Baca juga: Jangan Lupa Bayar Utang Puasa Ramadan dengan Puasa Qadha, Ini Bacaan Niat dan Buka Puasa Qadha

Berikut ini bacaan dan artinya, sebagaimana diberitakan Tribunnews.com.

للَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahuma barik lana fi rajaba wasya'bana waballighna ramadlana'

"Wahai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan," (Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi).

Selain itu, berikut ini adalah ibadah sunnah yang bisa dilakukan di bulan Rajab dan Sya'ban.

Bulan Rajab
Bulan Rajab (Twitter Kementerian Agama RI)

 

Puasa Rajab

Salah satu ibadah sunah yang bisa dilakukan adalah puasa sunah.

Sebagaimana dengan ibadah yang lain, menunaikan puasa juga harus disertai dengan adanya niat puasa.

Niat menjadi rukun yang harus dilakukan. Niat merupakan itikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan.

Meskipun niat menjadi urusan dalam hati, melafalkannya akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut.

Dilansir Kompas.com, berikut ini niat puasa Bulan Rajab di malam hari:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”

Apabila seseorang ingin menunaikan puasa Bulan Rajab di siang hari tapi tak sempat melafalkan di malam hari maka berikut bacaannya:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

Masih mengutip dari sumber yang sama, kewajiban niat di malam hari berlaku untuk puasa wakib.

Sementara niat puasa sunnah bisa dilalukan di siang hari selama orang tersebut tidak makan, minum, serta melanggar hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Puasa Sya'ban

ILUSTRASI - Umat muslim mengikuti shalat Tarawih pertama Ramadhan 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019). Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1440 H jatuh pada hari Senin 6 Mei 2019.
ILUSTRASI - Umat muslim mengikuti shalat Tarawih pertama Ramadhan 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019). Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1440 H jatuh pada hari Senin 6 Mei 2019. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca: Menag Ingin Jadikan Candi Borobudur Pusat Ibadah Umat Buddha Dunia, Ganjar: Banyak Sekali Manfaatnya

Baca: MUI Tangsel Sarankan Vaksinasi Saat Ramadhan Dilakukan Malam Hari, Alasannya Dapat Batalkan Puasa

Bulan Sya'ban juga diangggap mulia.

Ibnu Rajab al-Hambali berkata, "Thotowwu (amalan sunnah) yang paling afdal adalah yang berdekatan dengan yang wajib baik sebelumnya atau sesudahnya. Dan, kedudukan puasa Sya'ban mirip dengan kedudukan shalat sunah rawatib yang berfungsi menyempurnakan kekurangan yang wajib." (Lathoiful Ma'arif, Ibnu Rajab, 1/129)

Yahya bin Mu’adz mengatakan, “barangsiapa yang mengisi bulan Sya'ban dengan berbagai amal ibadah, maka insya Allah ganjarannya adalah pahala, kemuliaan, dan kebajikan yang berlipat-lipat dari Tuhan semesta alam.”

Sedangkan Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syakban.” (HR. Bukhari, no. 1969 dan Muslim, no. 1156).

ILUSTRASI Ibadah --- WHEATON, ILLINOIS - APRIL 24: Abraham Antar berpartisipasi dalam doa malam setelah berbuka puasa dalam perayaan Ramadhan di Islamic Center of Wheaton pada 24 April 2020 di Wheaton, Illinois. Masjid ditutup sesuai dengan aturan jarak sosial yang diamanatkan oleh negara dan hanya beberapa anggota dewan dan Imam hadir untuk shalat. Masjid selama bulan Ramadhan, periode doa, refleksi, dan puasa selama sebulan, biasanya akan dipenuhi oleh para jamaah yang bergabung dalam acara puasa bersama dan sholat bersama. Scott Olson / Getty Images / AFP
ILUSTRASI Ibadah --- WHEATON, ILLINOIS - APRIL 24: Abraham Antar berpartisipasi dalam doa malam setelah berbuka puasa dalam perayaan Ramadhan di Islamic Center of Wheaton pada 24 April 2020 di Wheaton, Illinois. Masjid ditutup sesuai dengan aturan jarak sosial yang diamanatkan oleh negara dan hanya beberapa anggota dewan dan Imam hadir untuk shalat. Masjid selama bulan Ramadhan, periode doa, refleksi, dan puasa selama sebulan, biasanya akan dipenuhi oleh para jamaah yang bergabung dalam acara puasa bersama dan sholat bersama. Scott Olson / Getty Images / AFP (SCOTT OLSON / GETTY GAMBAR AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)

Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan.

Dan puasa sunnah di bulan Sya’ban ini juga bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan lebih lanjut:

Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban.” (HR. Bukhari, no. 1950 dan Muslim, no. 1146).

Walahu ‘alam bis shawab.

(TribunnewsWiki.com/nr, TribunJogja/Kompas.tv/Agung Pribadi)

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved