Warga Cianjur Terkejut Temukan Dua Sosok Mayat di Sebuah Toko, Ternyata Kakak Beradik

Dua jenasah tersebut merupakan warga keturunan tionghoa yang sudah lanjut usia (lansia). Ahmad menduga, usianya berkisar antara 60-70 tahun

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ilustrasi jenazah di kamar mayat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Warga Jalan KH Hasyim Ashari, Kampung Warujajar Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur dikejutkan dengan penemuan dua jenazah di sebuah rumah toko.

Meninggalnya dua warga yang diduga kakak beradik tersebut diduga sudah cukup lama.

Seorang warga, Ahmad Zein (42), mengatakan, ia mengetahui ada bau mayat saat akan membetulkan saluran air di dekat ruko tersebut.

"Akhirnya pihak keluarga pun meminta untuk membongkar pintu ruko tersebut," ujarnya.

Ketika memasuki ruko, ia mendapati mayat pertama berjenis kelamin laki-laki di ruang samping kamar. Mayat tersebut tergeletak dengan posisi miring di bawah kursi.

"Sementara mayat kedua perempuan ditemukan terlentang di ruangan ketiga," katanya.

Baca juga: PENYESALAN Terbesar SBY Adalah Pernah Mengangkat Moeldoko Jadi Panglima TNI: Mohon Ampun Ya Allah

Baca juga: Moeldoko Disambut Bak Raja oleh Peserta KLB Partai Demokrat Versi Sumut, Ini Pidato Lengkap Moeldoko

Baca juga: Mal di Kota Bandung Tutup Pukul 21.00, Jalan Merdeka Ditutup Pukul 21.00, Ema Sumarna Bilang Begini

Dua jenasah tersebut merupakan warga keturunan tionghoa yang sudah lanjut usia (lansia). Ahmad menduga, usianya berkisar antara 60-70 tahun dan sudah tinggal di bangunan bekas warung itu selama 10 tahun.

"Kalau lihat kondisi mayatnya sudah sekitar dua atau tiga bulan di dalam situ. Karena saya liat koran di sana tertanggal bulan Desember 2020," katanya.

Ia mengatakan sering bertemu dengan keduanya, yang laki-laki kerap disapa Tete oleh warga sementara yang perempuan disapa Asiong.

"Tiap subuh suka ketemu, tapi jarang bersapa. Sempat lima hari gak keliatan, saya kira pergi ke keluarganya di Bekasi," katanya.

Heni Haryani (53) warga lainnya mengatakan, keduanya terkadang sering terlihat beraktivitas. Namun hanya beberapa kali seperti ke pasar.

"Kadang memang sering terlihat, tapi dikira keduanya tengah ke rumah keluarganya di Jakarta, tapi pas keluarganya datang malah tidak bisa dihubungi. Jadi semua bingung," katanya.

Pihak keluarga bersama masyarakat sekitar pun membuka pintu dengan paksa menggunakan alat seadanya.

"Pas dibuka, kondisinya sudah tidak bernyawa," katanya.

Pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved