Breaking News:

Oknum Guru Ngaji Setubuhi Gadis Remaja hingga 6 Kali, Sang Nenek Murka, Minta Polisi Menghukum Berat

Tak terima cucunya dicabuli oknum guru ngajinya sendiri, seorang nenek di Kabupaten Indramayu murka dan langsung melapor ke polisi.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
shutterstock
ILUSTRASI. Oknum Guru Ngaji Setubuhi Gadis Remaja hingga 6 Kali, Sang Nenek Murka, Minta Polisi Menghukum Berat 

Laporan Wartawan Tr ibuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tak terima cucunya dicabuli ibunnews.com/tag/oknum-guru-ngaji' title='oknum guru ngaji'>oknum guru ngajinya sendiri, seorang ibunnews.com/tag/nenek' title='nenek'>nenek di Kabupaten Indramayu murka dan langsung melapor ke polisi.

Kejadian itu, tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/42/B/II/2021/Res.Imy tanggal 11 Februari 2021.

Baca juga: Sebagai TKW, Ibu dari Gadis yang Disetubuhi Oknum Guru Ngaji Syok Berat, Kerap Akan Bunuh Diri

Baca juga: Disikat Satpol PP, Gadis ABG Ini Guling-guling di Tempat Umum, Minta Lem, Sebelumnya Habis 3 Lem

Baca juga: Polisi Dalami Tindakan Pengrusakan Lingkungan dari Aktivitas Galian Tanah di Majalengka

Melalui kuasa hukumnya, Toni RM mengatakan, ibunnews.com/tag/nenek' title='nenek'>nenek yang diketahui berinisial M, warga Desa Arahan Lor Kecamatan Arahan itu sangat terpukul setelah mengetahui perbuatan bejat terduga pelaku kepada cucu kesayangannya tersebut.

"Cucu kesayangannya (Nenek M) ini telah di ibunnews.com/tag/setubuhi' title='setubuhi'>setubuhi sejak usia 13 tahun," ujar dia kepada Tr ibuncirebon.com, Jumat (5/3/2021).

Toni RM menceritakan, kejadian itu berawal saat terduga pelaku mulai mengajari cucunya mengaji pada tahun 2017 lalu.

Bukan pelajaran yang diperoleh, gadis malang tersebut justru menjadi korban rudapaksa.

Toni RM mengatakan, berdasarkan pengakuan korban, ia sudah di ibunnews.com/tag/setubuhi' title='setubuhi'>setubuhi sebanyak 6 kali.

"Perbuatan itu ternyata berulang hingga sebanyak enam kali. Peristiwa terakhir terjadi pada September 2020 lalu," ujarnya.

Dalam hal ini, disampaikan Toni RM, setelah membuat laporan ke polisi, banyak pihak yang melobi Nenek M untuk berdamai.

Meski demikian, Nenek M menolak dan ingin menyelesaikan kasus tersebut lewat jalur hukum.

"Kami akan kawal terus kasusnya. Dan sesuai keinginan klien, pelaku diminta dihukum seberat-beratnya," ujar dia.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Indramayu, AKBP AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara membenarkan kejadian tersebut.

"Iya benar, laporan tanggal 11 Februari 2021, sekarang masih kita kejar," ujar dia.

Baca juga: Moeldoko Ditetapkan Jadi Ketua Umum Demokrat Melalui KLB, Kongres Sempat Ricuh

Baca juga: Sosok Darmizal Pengusung Moeldoko di KLB, Pernah Mundur dari Jabatan di Demokrat demi Bantu Jokowi

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved