Breaking News:

13 Terdakwa Kasus Sabu-sabu Jaringan Internasional di Sukabumi Dituntut Hukuman Mati

Sebanyak 13 terdakwa kasus sabu-sabu jaringan internasional di Sukabumi dituntut hukuman mati.

Tribunjabar.id/Rizal
Pembacaan tuntutan kasus sabu sabu jaringan internasional 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati 13 terdakwa kasus sabu-sabu jaringan internasional.

Kasus ini diungkap pada Juni 2020 lalu di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kapala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Dista Anggara mengatakan, sidang tuntutan dilakukan secara online, Kamis (4/3/2021) kemarin.

Tim Jaksa Penuntut Umum yang terdiri dari Dista Anggara, Ferdy Setiawan, Mat Yasin, dan Dhafi A. Arsyad, telah membacakan surat tuntutan kepada 13 orang terdakwa tindak pidana narkotika dan 1 orang terdakwa tindak pidana pencucian uang yang merupakan sindikat pengedar narkotika jenis sabu seberat 359 Kg di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Pamer Mobil Camry Berpelat Nomor Dinas TNI Ternyata Palsu, Wanita Ini Ditangkap POM TNI di Bandung

Baca juga: Hati-hati Ini 4 Penyebab Kematian Pada Penderita Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

Dista menjelaskan, terdakwa atas nama Amu Sukawi Als Bk, Yondi Caesarianto Citavaga, Moh. Iqbal Solehudin Bin Aswin, Basuki Kosasih Als Ebes Bin Kamso, Ilan Bin Arifin, Sukendar Als Batak Bin Dadi, Nandar Hidayat Als Ipey Bin Dadang, Risris Rismanto Als Santri Bin Ucang Suryana, dan Yunan Febdiantono Citavaga Bin Santo dituntut hukuman mati.

"Diyakini JPU telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009, tentang narkotika dan dintuntut dengan pidana mati," jelasnya.

Sementara terdakwa WNA asal Iran Pakistan yaitu Hossein Salari Rashid Bin Hasan, dan Samiullah Bin Nadir Khan juga diyakini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dintuntut dengan pidana mati," tegasnya.

Lebih lanjut Dista menuturkan, terdakwa atas nama Mahmoud Salari Rashid Bin Hasan dan Ateffeh Nohtani Binti Abdolaziz diyakini JPU terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 3 Jo Pasal 10 UU No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

"Dituntut dengan pidana mati. Terdakwa atas nama Risma Ismayanti diyakini JPU telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 10 UU RI No 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan dituntut dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan denda Rp 1 miliyar subsidiair 1 tahun kurungan," terangnya.

Selanjutnya, kata Dista, usai dibacakan tuntutan akan dilakukan pledoi atau pembelaan pada Senin (15/3/2021) mendatang. (*)

Baca juga: Ririe Fairus Skakmat Ayah Nissa Sabyan yang Bantah Anaknya Jadi Selingkuhan Ayus Sabyan, Ini Katanya

Baca juga: Lihat Motor Milik Kakak Dicuri, Sang Adik Langsung Mengejar, Ditendang dan Jatuh di Depan Mapolres

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved