Warga Taruh Sesajen di Lokasi Jebolnya Tanggul Sungai Cipanas Indramayu, Ini Alasannya
Sesajen itu diakui warga sebagai upaya agar tanggul Sungai Cipanas tidak jebol lagi untuk ke sekian kalinya.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Warga menaruh sesajen dan dupa di lokasi jebolnya tanggul Sungai Cipanas di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
Sesajen itu diakui warga sebagai upaya agar tanggul Sungai Cipanas tidak jebol lagi untuk ke sekian kalinya.
Warga trauma, pasalnya sudah tiga kali banjir besar melanda pemukiman setempat dalam bulan ini.
"Jebolnya sih dua kali, tapi banjirnya sudah tiga kali, pertama waktu tanggal 8 dan kemarin tanggal 27 itu jebol, kalau banjir yang kedua memang karena titik yang jebolnya belum ditutup," ujar salah seorang warga Edi Wartono (40) kepada Tribuncirebon.com di lokasi jebolnya tanggul, Minggu (28/2/2021).
Baca juga: Pria Ini Bingung Memberi Nama Bayi yang Baru Dilahirkan Istrinya, karena Diduga Berkelamin Ganda
Baca juga: Nia Ramadhani Derita Penyakit Serius hingga Harus Dibawa ke Amerika, Istri Ardi Bakrie Alami Ini

Edi Wartono menyampaikan, penyimpanan sesajen ini sudah dilakukan warga sebanyak dua kali.
Masing-masing saat tanggul tersebut jebol dan disimpan persis di dekat titik tanggul yang jebol.
Sesajen itu terdiri dari bunga 7 rupa, nasi tumpeng, telur, wedang kopi, wedang pait, air kelapa, rokok serutu, dan lain sebagainya.
Sebelum disimpan, warga dipimpin oleh orang pintar membacakan doa meminta perlindungan.
Pantauan Tribuncirebon.com, sesajen itu kini sudah hilang entah kemana dan tidak ada yang tersisa.
"Kalau sesajennya sudah hilang, kemungkinan pada diambilin warga," ujar dia.
Dalam hal ini, warga berharap, bencana banjir tidak lagi menerjang pemukiman setempat.
Adapun banjir terakhir pada hari kemarin, diketahui menerjang pemukiman warga di sebanyak 5 desa sekaligus di Kecamatan Losarang.
Meliputi Desa Krimun, Desa Puntang, Desa Muntur, Desa Jangga, dan Desa Losarang.
Pemukiman warga di sana saat itu terendam banjir rata-rata setinggi 1 meter akibat jebolnya tanggul Sungai Cipanas sepanjang 30 meter.