Kakak Beradik Yatim di Indramayu Tinggal Berdua, Ayah Wafat, Ibu Kawin Lagi, Rumahnya Kini Ambruk
Rumah yang ditinggali kakak beradik yatim di Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu ini ambruk.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Rumah yang ditinggali kakak beradik yatim di Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu ini ambruk.
Rumah itu kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak kayu-kayu yang menjadi pondasi rumah berserakan.
Padahal rumah tersebut menjadi tempat tinggal Priya Sulistiani (17) dan Naufal Naafy Ayyaasy (8).
Kakak beradik yang merupakan anak yatim itu diketahui hanya tinggal berdua di sana setelah ditinggal orang tuanya.
Baca juga: Bonceng Empat Bayi 1 Tahun dan Anak 6 Tahun Tewas Terlindas Truk, Begini Kondisi Ibu & Anak Lainnya
Baca juga: Puluhan Santri, Ustaz dan Ustazah di Ponpes Tasikmalaya Positif Corona, Klaster Pontren Muncul Lagi
Ayah mereka sudah lama meninggal dunia sekitar 2 tahun lalu, sedangkan sang ibu meninggalkan keduanya setelah memilih untuk menikah lagi.
Dartim (47), paman kedua anak yatim itu mengatakan, rumah yang oleh keponakannya itu tinggali memang sudah lama reyot.
Saat hujan deras kemarin, rumah tersebut pun ambruk di bagian pondasi tengah dan belakang.
"Karena sudah tua, bangunan lama, kayu-kayunya juga sudah pada kropos, terus ditambah efek hujan, akhirnya salah satu kayu penopangnya itu jatuh dan dimakan rayap," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (25/2/2021).
Baca juga: Mobil Dinas Bupati Tabrak Bocah Perempuan hingga Tewas saat Dibawa ke Rumah Sakit, Ini Kronologinya
Baca juga: Bayi 9 Bulan Tewas di Tangan Ibu Kandung dan Selingkuhannya, Terancam Hukuman Mati, Ini Kronologinya
Baca juga: INI Bacaan Sholawat Nabi yang Dibaca Tiap Malam Jumat dan Hari Jumat, Keutamaannya Luar Biasa
Kepada Tribuncirebon.com, Dartim membenarkan keduanya tinggal di rumah tersebut.
Mereka sudah tinggal berdua sejak 6 bulan lalu setelah ditinggal ibunya.
"Yang ngurusin saya walaupun tidak sepenuhnya, hanya bisa memberi tempat untuk tidur dan makan seadanya," ujarnya.
Untuk sementara, sekarang ini keduanya tinggal di rumah miliknya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Dalam hal ini, Dartim mengaku prihatin dengan nasib yang dialami kedua keponakannya.
Meski demikian, ia bersyukur karena keduanya memiliki rasa keprihatinan dan mandiri walau usianya masih sangat muda.