Desa Unik di Klaten, Banyak Warganya Ternyata Kembar, Ada yang Identik dan Dampit, Ini Awal Mulanya
Kepala Desa Jonggrangan Sunarna menerangkan, keberadaan orang kembar identik maupun dampit (kembar laki-laki dan perempuan) sudah ada sejak lama.
Kembar identik erat kaitannya dengan kemiripan wajah. Namun, tidak semua pasangan kembar selalu memiliki wajah yang serupa. Kondisi ini disebut kembar tidak identik.
Nah, apa yang menyebabkan adanya kembar identik dan tidak identik? Simak jawabannya dalam artikel di alodokter.com yang sudah ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian berikut ini.
Kembar identik atau tidak identik ditentukan oleh jumlah sel telur yang dibuahi oleh sel sperma dan proses pertumbuhannya di dalam rahim sang ibu. Kembar identik terbentuk dari pembelahan satu sel telur, sedangkan kembar tidak identik terbentuk dari dua sel telur.

Seputar Kembar Identik dan Kembar Tidak Identik
Untuk mengetahui lebih jauh seputar kembar identik dan kembar tidak identik, berikut ini adalah penjelasannya:
Kembar Identik
Kembar identik terjadi ketika satu sel sperma membuahi satu sel telur. Satu sel telur yang dibuahi tersebut, kemudian membelah diri menjadi dua dan menghasilkan gen atau DNA yang sama.
Oleh karena itu, pasangan kembar identik selalu memiliki jenis kelamin yang sama, baik perempuan atau laki-laki. Wajah pasangan kembar identik pun terlihat sangat mirip dan mereka biasanya berbagi plasenta yang sama di dalam rahim.
Kembar Tidak Identik (kembar fraternal)
Kasus kembar tidak identik lebih banyak terjadi dibandingkan kembar identik. Kembar tidak identik terjadi saat dua sel telur dibuahi oleh dua sel sperma.
Pasangan kembar fraternal tidak memiliki gen yang sama, sehingga terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda (perempuan dan laki-laki) serta wajah yang berbeda pula. Di dalam rahim, kembar tidak identik juga memiliki plasenta masing-masing.
Faktor Pendukung Anak Kembar
Sekitar 1 dari 250 wanita berpeluang memiliki anak kembar. Ada beberapa faktor yang membuat Anda bisa hamil anak kembar, di antaranya:
1. Usia Ibu Hamil
Ibu hamil yang berusia 35-40 tahun memiliki kadar hormon estrogen lebih tinggi dibandingkan wanita yang lebih muda. Hal ini membuat indung telur dapat menghasilkan lebih dari satu sel telur selama ovulasi.
Jika ada dua sel telur yang dibuahi, maka peluang mengandung anak kembar tidak identik pun semakin tinggi.