Buntut Kasus Narkoba 12 Oknum Polisi, Polrestabes Bandung Gelar Tes Urine di Tiga Polsek

Ia mewanti-wanti agar anggota Polri jangan sampai terlibat penggunaan narkoba apalagi terlibat dalam peredaran barang terlarang itu.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Mega Nugraha
Tes urine digelar di Polsek Sumur Bandung, Regol dan Bandung Wetan Polrestabes Bandung pascapengungkapan belasan oknum Polri diduga terlibat narkoba, oleh Propam Mabes Polri dan Polda Jabar pada Selasa (16/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Tes urine digelar di Polsek Sumur Bandung, Regol dan Bandung Wetan Polrestabes Bandung pascapengungkapan belasan oknum Polri diduga terlibat narkoba, oleh Propam Mabes Polri dan Polda Jabar pada Selasa (16/2/2021).

Pantauan Tribun di Polsek Bandung Wetan, sejumlah anggotanya satu per satu dites urine. Tes urine dipimpin Kabag Sunda Polrestabes Bandung AKBP Ujang Burhanudin.

"Ini kegiatan rutin dan untuk hari ini pemeriksaan urin di tiga polsek, Bandung Wetan, Sumur Bandung dan Regol," ujar Ujang Burhanudin, di Mapolsek Bandung Wetan, Jalan Cihapit, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Jumat 19 Februari 2021: Capricorn Jangan Malas, Gemini Kurang Beruntung

Baca juga: Baru Saja Gempa Bumi Magnitudo 3,8 Mengguncang Garut dan Sekitarnya, Belum Ada Laporan Kerusakan

Baca juga: 12 Polisi Terlibat Narkoba Termasuk Kapolsek Astana Anyar, Kapolda: Pilihannya Dipidana atau Dipecat

Setelah menunggu tidak lama, hasil tes urin bisa diketahui dan dipantau oleh Ujang.

"Alhamdulillah untuk di Bandung Wetan, yang diperiksa 10 seluruhnya negatif. Sekali lagi bahwa secara rutin kami melaksanakan tes urin ini bagi anggota, jadi ini sudah merupakan program kami untuk mengecek, jangan sampai ada anggota kami yang kena narkoba," ucap dia.

Ia mewanti-wanti agar anggota Polri jangan sampai terlibat penggunaan narkoba apalagi terlibat dalam peredaran barang terlarang itu.

"Jangan sampai main-main dengan narkoba, karena risikonya dengan program Kapolri baru akan di PTDH. Tidak main2 atau tidak ada ampun bagi anggota yang menggunakan narkoba," ucap dia.

Seperti diketahui, ke 12 anggota itu diamankan terpisah, tidak berbarengan. Penangkapannya juga tidak dilakukan saat mereka sedang bersamaan di sebuah hotel.

Penangkapan berawal dari kecurigaan pada satu anggota kemudian setelah ditelusuri, merembet ke anggota yang lain.

"Kami tidak mau anggota terjebak lebih jauh," ucap Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka.

Meski oknum anggota yang diamankan sampai belasan, namun ia memastikan itu bukan berarti seluruh anggota Polri terlibat.

"Masih banyak anggota kami lain yang baik, yang melakukan kekeliruan seperti yang keterlibatan narkoba itu tentunya kami akan ambil langkah dan tindakan tegas supaya menjadi pembelajaran bagi yang lain jangan sampai nanti terulang seperti," ucap dia.

Kronologi

Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri prihatin dan menyesalkan keterlibatan Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dalam kasus penyalahgunaan narkoba. 

Kapolda pun menerangkan soal kronologi penangkapan Kapolsek Astanaanyar Kompol Y pada Selasa (16/2/2021) oleh Propam Polda Jabar.

"Terkait dengan barangkali rekan-rekan semua tahu, jadi kemarin kami sedang menangani terkait dengan keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan narkoba.  Bermula dari adanya satu anggota yang diindikasi menyalahgunakan narkoba lalu kemudian dari anggota Propam melakukan penelusuran," ujar Dofiri di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kamis (18/2/2021).

Dari penelusuran terhadap satu anggota tersebut, ternyata ditemukan keterlibatan anggota yang lain.

"Nah, dari hasil penelusuran itu, cukup memprihatinkan karena ada keterlibatan anggota yang lain. Salah satunya yang sangat kita sesalkan adalah satu Kapolsek yaitu Kapolsek Astanaanyar yang ada di Polrestabes Bandung," ucap dia.

Baca juga: Siap-siap, Akan Ada Pemadaman Listrik Sampai Pukul 13.00 di Tiga Titik Wilayah Indramayu Ini

Baca juga: Kota Cirebon Satu-satunya Zona Merah Covid-19 di Jabar Pekan Ini, 21 Daerah Lain Masuk Zona Oranye

Baca juga: Rinada Mantan Istri Andika The Titans Ditangkap Polisi Karena Sabu, Dulu Pernah Heboh Video Mesum

Kemarin, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menyebut ada 12 anggota Polri yang diamankan karena terkait narkoba. Satu di antaranya Kapolsek Astanaanyar.

"Kepada yang bersangkutan kemarin sudah dilakukan pencopotan dari jabatannya sebagai kapolsek. Selanjutnya bersama-sama dengan anggota lain yang terlibat, kami terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan," ucap Dofiri.

Kapolsek Astana Anyar beserta belasan oknum anggota Polri tidak diamankan di hotel saat diamankan Propam Mabes Polri dan Polda Jabar pada Selasa (16/2/2021).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Adrimulan Chaniago menerangkan, memang ada sejumlah anggota Polri yang diamankan. Namun, dia tidak menyebut di hotel.

"Yang jelas memang ada pengamanan anggota Polsek Astana Anyar terkait yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba," ucap Erdi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (17/2/2021).

Ia menerangkan soal kronologi awal mula pengungkapan kasus itu.

"Kronologisnya adalah adanya satu pengaduan masyarakat dumas yang disampaikan kepada Propam Mabes Polri. Kemudian Propam Mabes Polri menyampaikan ke Propam Polda Jabar dan seketika itu juga, Propam Polda Jabar bergerak menuju Polsek Astana Anyar untuk mencari beberapa orang yang sudah dicurigai," ucap Erdi.

Saat bergerak mencari orang dicurigai itu, propam kemudian melakukan tes urin pada sejumlah anggota yang diperiksa.

"Kemudian dari situ propam mengamankan beberapa orang terus kemudian dilakukan cek urin dan sebagainya. Terus sampai sekarang masih dilakukan pendalaman dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam Polda Jabar," ujar dia.

Dia mengungkap belasan anggota polisi yang dicurigai propam tersebut.

"Totalnya ada 12 (anggota). Termasuk Kapolseknya. Namun, sekarang ini yang jelas masih dilakukan pendalaman oleh Propam Polda Jabar dan pimpinan berkomitmen Polda Jabar khususnya siapapun yang melanggar terutama masalah narkoba itu akan ditindak dengan tegas dan sangat keras," kata dia.

Profil Kompol Yuni Purwanti

Sebelum menjadi Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni adalah Kapolsek Bojongloa Kidul. 

Kompol Yuni termasuk polwan yang memiliki prestasi. 

Jawa Barat punya polwan-polwan jempolan yang piawai mengungkap kasus kejahatan, termasuk peredaran narkoba.

Baca juga: Pemadam Kebakaran Berhasil Padamkan Api yang Melalap Rumah Warga di Desa Panyosogan Kuningan

Baca juga: Peringatan Dini dari BMKG Kamis, 18 Februari 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di Jabar dan Jakarta

Baca juga: Zodiak Besok Kamis 18 Februari: Taurus Waspada di Perjalanan, Aquarius Uangmu Akan Terbuang Habis

Satu di antaranya adalah Kompol Yuni Purwanti yang beberapa waktu lalu mengungkap kasus peredaran kokain di Bogor.

Kanit 3 Sub Dit 2 Dit Narkoba Polda Jabar, Kompol Yuni Purwanti bersama sejumlah personel jajaran Polda Jabar, berhasil menangkap dua orang pelaku yang membawa narkotika jenis kokaina atau kokain di Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2019).

Kompol Yuni mengatakan, bahwa untuk menangkap kedua pelaku tersebut digunakan metode undercover atau menyamar selama tiga hari dari daerah Cengkareng hingga Kabupaten Bogor.

"Kami mengintai selama tiga hari dan akhirnya berhasil menangkap dua orang berinisial AS dan YA. Kami membuat janji dengan pelaku untuk membeli kokain tersebut. Kami pancing dengan cara kami sendiri dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa kami polisi," kata Kompol Yuni, Selasa (09/4/2019).

Ia kemudian mengatakan kronologi penangkapan yang dilakukan oleh polisi. Ia menjadi satu-satunya polwan dalam penyamaran tersebut.

Menurutnya, pada 30 Maret 2019, ia dan sejumlah personel lainnya menangkap AS sekira pukul 16.00 WIB di rumah AS yang terletak di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astanaanyar Kota Bandung.

Dari tangan AS polisi mendapatkan 20 gram kokain.

Yuni dan anggota polisi lainnya kemudian mengembangkan lagi kasus ini.

Mereka akhirnya bisa meringkus YA di dekat sebuah minimarket di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekira pukul 20.00 WIB.

Harga dari kokain tersebut dikatakan Yuni ialah Rp 50 juta.

Ia mengatakan bahwa kokain merupakan jenis narkotika kelas atas (high class).

Indikasi awalnya, bahwa kokain tersebut akan diedarkan di wilayah Gunung Putri karena banyaknya vila di daerah tersebut.

"Tapi karena ini narkotika kelas atas dan mahal, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengonsumsi. Ternyata di wilayah Jabar ada transaksi kokain, selama ini tidak ada. Kami masih melakukan pengembangan, pengakuan pelaku bahwa barang tersebut berasal dari Jakarta," katanya.

Saat melakukan penangkapan, Yuni mengatakan timnya mendapat perlawanan secara fisik, tapi prinsipnya, mereka tidak ingin targetnya lepas.

"Ya, biasalah, namanya juga orang, ya, tidak mau ditangkap, tapi kami tidak mau melepas target," katanya.

Kepada Tribun beberapa waktu lalu saat masih menjabat sebagai Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Yuni Purwanti mengisahkan beberapa proses penangkapan yang dilakukan.

Misalnya ketika ia menjadi Kasat Reserse Narkoba di Polres Bogor.

Wanita kelahiran Porong, Sidoarjo, 23 Juni 1971 ini kerap kali mengecohkan para incaran pelakunya.

Penampilan yang nyentrik, membuat ibu dua anak ini tidak mudah dikenali, apalagi oleh para pelaku narkoba.

"Aku kan memang pakaiannya seperti ini, pakai kaos, celana levis bolong, sepatu converse," kata wanita berwajah cantik ini di laman Tribunnewsbogor.com.

Anak ketiga dari AKBP Sumardi (alm), pensiunan Secapa Polri ini, telah menorehkan prestasi yang cukup baik selama menjabat sebagai Kasat Narkoba.

Sepanjang 2015 saja, AKP Yuni telah mengungkap 137 kasus, dengan barang bukti 5 ton ganja, 2 kilogram sabu, 25 butir ekstasi, dan 2 gram heroin.

Menurutnya, dengan 30 anggota yang dimilikinya saat ini, sama sekali tidak menghalanginya untuk tetap memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Bogor.

"Dibuat enjoy saja, walau tidak pulang, niat kami memberi yang terbaik untuk Polres Bogor, niat tanggung jawab dan keikhlasan bekerja," kata Polwan angkatan 1989 itu.

Walau begitu, sebagai perempuan yang memimpin satuan dan menjaga keluarga, Yuni pun sering berkelahi.

Malah, wanita berparas cantik ini juga sering bertransaksi dengan para bandar narkoba.

"Sering ketemu berdua, pas barangnya sudah dikeluarin langsung kami lakukan penangkapan, sering sekali gontok-gontokan kaya petinju, sampai masuk got malah," ujarnya.

Tak hanya berprestasi, Kompol Yuni pun seorang perempuan tangguh, karena bisa membesarkan dua anaknya sendirian. Ya, Kompol Yuni adalah seorang single parent.

Ia sudah cukup lama menjalani peran ganda sebagai sosok ayah dan ibu.

Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, wanita cantik itu kini mengemban tugas sebagai Kapolsek Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Yuni merupakan satu dari dua wanita yang mendapat kehormatan menjadi Kapolsek di jajaran Polrestabes Bandung.

Yuni mengaku tidak kesulitan membesarkan kedua anaknya karena sejak kecil mereka sudah paham ibunya adalah seorang pekerja keras.

"Anak-anak sudah paham pekerjaan saya, yang penting perhatian dan komunikasi harus tetap dijaga dengan anak-anak. Itulah hebatnya peranan seorang ibu," kata Yuni.

Yuni pun sangat menghormati peranan seorang ibu, terlebih ia sudah menjadi seorang ibu dari dua orang anak.

Menurut Yuni yang seorang single parent ini, sosok ibu di tengah-tengah masyarakat sudah berubah menjadi lebih baik.

Jika seorang ibu bekerja di kantor, maka harus bisa membagi waktu.

Saat berada di rumah, menurut Yuni, ia harus bisa menjadi sosok ibu yang seutuhnya mengerjakan pekerjaan di rumah dan mengatasi permasalahan keluarga.

"Luar biasa dan salutlah, kita seharusnya mengacungkan jempol kepada ibu sebagai satu wujud hormat kita," kata Yuni

Dalam sejarah Indonesia, kata Yuni, tokoh wanita dan peranan ibu sangat besar, ibu adalah segalanya.

Menurut Yuni, tanpa peranan wanita dan ibu di masa lampau, peranan wanita tidak bisa seperti saat ini.

Untuk menghormati pern dan jasa kaum ibu pula, setiap tanggal 22 Desember Pemerintah RI menetapkan sebagai Hari Ibu Nasional.

Tanggal ini dipilih bertepatan dengan tahun pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, pada 22 hingga 25 Desember 1928.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved