Breaking News:

Tahun Baru Imlek

4 Shio yang Beruntung di Tahun Kerbau Logam, Tahun Baru Imlek Diprediksi Membawa Rezeki Bagi Dunia

Tahun 2021 dalam astrologi China Tahun Baru Imlek tahun ini disebut sebagai tahun kerbau logam.

Editor: Mumu Mujahidin
Vecteezy.com
4 Shio yang Beruntung di Tahun Kerbau Logam, Tahun Baru Imlek Diprediksi Membawa Rezeki Bagi Dunia 

TRIBUNCIREBON.COM - Menurut kalender masehi tahun ini Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 12 Februari 2021.

Tahun 2021 dalam astrologi China Tahun Baru Imlek tahun ini disebut sebagai Tahun Kerbau Logam.

Tahun ini diprediksi akan membawa rezeki bagi seluruh dunia, namun ini bukan tahun yang mudah karena merupakan tahun pemulihan setelah tahun tikus pada 2020.

Pakar Feng Shui di Medan Bames Anggono mengatakan, kerbau dikenal sebagai hewan pekerja keras dan tangguh.

Tahun kerbau logam ini, bersifat "mau bekerja" sehingga memberikan banyak rezeki.

Gong Xi Fa Cai Ternyata Artinya Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ini Arti Sebenarnya

Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2021 dalam Bahasa Mandarin, Tak Melulu Gong Xi Fa Cai

Ia mengatakan tahun kerbau emas ini juga pernah terjadi 60 tahun yang lalu tepatnya 1961.

Saat itu, ada suatu bencana alam namun tidak terlalu besar, masalah ekonomi juga "goyang" begitu juga masalah politik.

Dan di tahun kerbau logam ini, kata dia, memang membawa berkah rezeki tetapi "diganggu" pandemi ini.

"Tahun Kerbau emas akan membawa rezeki semua negara. Namun, karena masih diterpa pandemi Covid-19 semua berpulang kepada kebijakan negara masing-masing," katanya, Rabu (10/2/2021).

Khusus untuk perekonomian Indonesia, kata Bames, tetap berjalan dan naik sedikit namun masih lambat dikisaran 50-65 persen.

Kondisi itu mulai terlihat kenaikannya dari Juni hingga September 2021.

"Mungkin saat ini perekonomian masih berjalan sekitar 50 persen. Di Juni nanti akan naik 15 persen dan pada September kembali naik sekitar 10 persen sehingga menjadi jadi 75 persen," terangnya.

Di sektor bisnis, tambahnya, tampaknya properti sedikit bersinar karena daya beli masyarakat mulai bangkit sekitar 15 persen.

Karena, meski resesi, ekonomi di Indonesia belum terbilang krisis moneter seperti pada tahun 1997-1998.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved