Kecelakaan Maut di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Seketika di Jalan Kadugede - Darma

kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara roda dua terjadi di jalur wisata Darma - Kadugede, Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Sebuah kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara roda dua terjadi di jalur wisata Darma - Kadugede, Kuningan, Jumat (5/1/2021) sekitar pukul 08.00. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebuah kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara roda dua terjadi di jalur wisata Darma - Kadugede, Kuningan, Jumat (5/1/2021) sekitar pukul 08.00.

Belum diketahui secara jelas kronologi kecelakaan itu. Diduga pengendara terjatuh dan tertabrak kendaraan lain.

Informasi yang dihimpun TribunCirebon.com, korban yang mengendarai motor matic melaju dari arah Kadugege. Di antara jalur Darma-Kadugede, tepatnya di Kecamatan Nusaherang, terjadi kecelakaan itu.

Kuat dugaan, kendaraan korban mengalami oleng dan akhirnya tersenggol mobil boks sehingga terjatuh.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian pun berupaya melakukan pertolongan.

"Betul Kang, tadi ada kejadian kecelakaan di sini. Namun, asal usul dan bagaimana itu terjadi saya tidak tahu," ungkap Enda, warga Cikadu, Kecamatan Nusaherang di sekitar lokasi tadi.

Kebiasaan Rizwan Anak Sule Setiap Pagi, Minta Dipeluk Nathalie Holscher, Dinyanyikan Lagu Dangdut

KESEDIHAN Ayu Ting Ting, Terus-terusan Menangis Batal Kawin dengan Adit Jayusman, Sudah Mau Dilamar

Niatnya Mau Lucu-lucuan, Remaja di Cianjur Pura-pura Tenggelam, Beneran Terseret Arus Sungai, Tewas

Peristiwa kecelakaan itu juga rupanya sudah diunggah sejumlah warga ke media sosial, termasuk di story WhatsApp Djaja. 

Warga Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi itu memasang foto  korban kecelakaan maut tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, dia menyebut bahwa kejadian itu benar di Kecamatan Nusaherang.

"Infonya pengendara motor mati di tempat kang, juga diketahui bahwa korban merupakan salah seorang karyawan Perhutani di Kecamatan Garawangi," ungkap Djaja.

Hingga berita diturunkan, petugas kepolisian setempat belum bisa memberikan konfirmasi atas kejadian kecelakaan maut tersebut. 

Alami Benturan

Pengendara motor yang tewas dalam kecelakaan di Kadugede diketahui merupakan karyawan KPH bernama Nurohiman Ade Tati. Ia mengalami benturan cukup keras. Hal itu diketahui setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah mendapat penanganan pertama pada kecepatan dan ditemukan tulang rusak serta kedua lubang telinganya mengeluarkan darah.

"Seperti mengalami benturan cukup keras. Dalam pemulasaraan tadi, ada tulang rusuk patah dan kedua lubang telinga mengeluarkan darah," ungkap petugas RSUD Kuningan saat menyampaikan tadi, Jum'at (5/2/2021).

Dalam penanganan tadi, petugas memberikan pelayanan seperti pada umumnya. Korban dibawa ke RSUD ini juga mendapat kawalan dari petugas kepolisian serta pengurusan pemulasara.

"Korban kami terima sudah tak bernyawa, kuat dugaan pengendara meninggal di tempat kejadian," katanya.

Selanjutnya, kata petugas di RSUD tadi, korban kecelakaan maut langsung dibawa kerumah duka di Kabupaten Garut.

"Iya, katanya warga Nagreg, Garut. Korban merupakan karyawan KPH di Kecamatan Garawangi," katanya.

Minta Pindah Tugas

Kabar meninggalnya karyawan Badan Kesatuan Pemangku Hutan Kecamatan Garawangi dalam kecelakaan maut di Jalan Darma - Kadugede ini mengejutkan rekan-rekan sejawat dan atasannya di BKPH. Karyawan tersebut diketahui bernama Nurohiman Ade Tita.

"Iya Kang, Pak Nurohiman meninggal dalam kecelakaan pagi tadi," ungkap Kepala Kesatuan Pemangku Hutan Kuningan, Umum Maksum saat dihubungi melalui ponselnya, Jum'at (5/2/2021).

Pria akrab disapa Maksum itu mengatakan, pihaknya menerima informasi beberapa menit dari kejadian kecelakaan tersebut. "Saya dengar ada karyawan meninggal akibat kecelakaan tidak lama dari kejadian, dari sana," katanya.

Maksum mengaku korban merupakan karyawan super baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemangku hutan.

"Beliau komitmen dan bertanggung jawab pada pekerjaan itu luar biasa," katanya.

Selain itu, masih kata Maksum, yang membuat tidak menyangka akan seperti ini terjadi pada korban,  beberapa waktu sebelumnya minta pindah tugas dan ingin melanjutkan masa jabatannya di wilayah KPH yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Dari permohonan pindah tugas dengan alasan ingin dekat keluarga. Hal ini padahal kami sedang proses untuk segera surat tugas pindahnya turun," ujar Maksum lagi.

Mengenai beberapa hari sebelumnya pada korban, Maksum mengulas, bersangkutan diketahui sudah minta izin ke kantor dan hendak pulang, untuk urus anaknya yang akan dioperasi.

"Iya, kemarin sudah kami izinkan. Katanya mau bawa anaknya menjalani operasi tulang," ujarnya.

Menyinggung soal domisili asal korban, kata Maksum, bersangkutan merupakan warga Nagreg Kabupaten Garut.

Ditemui terpisah, Kepala Unit Kecelakaan Polres Kuningan, iptu Mukali menjelaskan. korban  diketahui  mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol Polisi D 4274 VBG melaju dari arah Kuningan menuju arah Darma.

Setiba di tempat kejadian perkara, korban diduga menabrak bagian belakang Kendaraan Daihatsu Grand Max jenis Box Nomor Polisi B 9557 NCD yang melaju searah.

"Korban alami kecelakaan dari arah sama, saat di tempat kejadian korban diduga nabrak mobil dan terjatuh kemudian meninggal seketika," ujarnya.

Mengenai tempat kejadian perkara, kata Mukali, lokasi kejadian persis berada Jalan Raya Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang atau Jalur Kadugede - Darma.

"Lokasi kejadian masuk Kecamatan Nusaherang," katanya.

Sementara untuk pengemudi kendaraan Daihatsu Grend Max jenis Box dengan nomor polisi B-9557-NCD, yakni Rohman (25). 

Pengemudi dimintai keterangan, dan kasus ini masih pendalaman. 

"Iya Pak Nurohiman itu orang Nagreg dan sekarang saya ini sedang di rumah duka. Tadi sebelumnya, almarhum di bawa ambulans rumah sakit saya kawal di perjalanan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved