Breaking News:

Di Kota Bandung Relawan Pemikul Jenazah Covid-19 Resmi Jadi Pekerja Harian Lepas

Dengan dimulainya proses administrasi perekrutan ini, kata Bambang, para pemikul untuk menjadi PHL ini sudah dipastikan terakomodir.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Ilustrasi: Tim Satgas Covid-19 Majalengka memakamkan jenazah warga pasien suspek Covid-19. 

“Sahnya nanti setelah tanda tangan kontrak. Tapi tadi disampaikan silakan mereka mengatur, mau sekarang pun silahkan. Tapi secara yuridis formal mereka mulai direkrut setelah tandatangan kontrak,” ucapnya.

“Kita minta mereka menjaga kesehatan. Makanya silahkan diatur bergiliran dengan jadwal piket.

Karena pemikul jenazah Covid-19 juga memiliki risiko cukup besar. Saya imbau jangan sampai diforsir satu orang berjaga hingga 24 jam,” tambahnya

Dengan perekrutan PHL khusus pemikul jenazah ini, maka Bambang menegaskan seluruh proses pemakaman jenazah yang terdampak Covid-19 di Kota Bandung gratis.

Bahkan kini pelayanannya dipastikan lebih cepat.

“Untuk warga yang anggota keluarganya ditimpa Covid-19, kalau itu (pemikul) diakomodir maka pelayanan bisa lebih cepat dan aspek kesehatan terjaga. Nanti dibagi shift. Saya tegaskan pemakaman di TPU Cikadut khusus Covid-19 gratis,” katanya.

Baca juga: Tim Pemulasaran Covid-19 di Indramayu Beli Makan hingga Vitamin Pakai Uang Honor Agar Tak Terpapar

Baca juga: Hanya Dibekali Uang Rp 50 Ribu, Tim Pemulasaraan di Indramayu Dorong Mobil Jenazah Saat Habis BBM

Dilegalkan Pemkot

Sejumlah pemuda yang selama pandemi Covid 19 jadi tukang pikul jenazah Covid 19 akan diangkat jadi pegawai harian lepas ( PHL) Dinas Tata Ruang Pemkot Bandung. 

Mereka bertugas untuk mengangkut peti jenazah Covid 19 di TPU Covid di TPU Cikadut Kecamatan Mandalajati Kota Bandung

Kamis (28/1/2021) di TPU Cikadut, mereka tampak sibuk mengumpulkan KTP. Satu diantara mereka, mencatat nama-nama yang akan jadi pegawai pemerintah.

"Alhamdulillah kang, pemerintah mau melegalkan kami dengan mengangkat jadi tenaga harian lepas. Sekarang sedang didata, dikumpulkan KTP, total ada 30 orang," ucap Fajar Ifana (36), koordinator tim pikul jenazah.

Rencananya, mulai Senin pekan depan, mereka resmi diangkat jadi petugas harian lepas pemerintah.

Selama pandemi, mereka berinisiatif mengangkut peti jenazah Covid 19 dari pemakaman ke liang lahat karena pemerintah tidak menyiapkan petugas khusus untuk pengangkutan peti jenazah. Mereka mendapat upah dari keluarga jenazah meski belakangan, Walikota Bandung Oded M Danial menyebut aktifitas mereka menerima pungutan menyalahi aturan.

"Enggak nyangka bisa diangkat jadi tenaga harian lepas. Selama beratus tahun TPU Cikadut baru ada warga lokal yang jadi pengurus TPU Cikadut," ucap Fajar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved