Breaking News:

Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Majalengka Dapat Bantuan, Bantuannya Berasal dari Sini

Ada ribuan rumah tak layak huni atau Rutilahu di Kabupaten Majalengka mendapatkan bantuan.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Rumah yang tak layak huni di Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Ada ribuan rumah tak layak huni atau Rutilahu di Kabupaten Majalengka mendapatkan bantuan.

Bantuan itu berasal dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan Kawasan, Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Majalengka, Usman mengatakan sedikitnya ada 2.085 pada tahun 2021 ini bakal mendapatkan bantuan.

Baca juga: Gelorakan Sektor Wisata, Disparbud Majalengka Siapkan Berbagai Event Daya Tarik Wisatawan

Baca juga: Masih Ada Kerumunan Anak Muda dan PSK di Tasik, Tim Maung Galunggung Langsung Membubarkan

Bantuan itu dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Jumlah tersebut setengahnya dari jumlah keseluruhan yang mencapai 7.500 unit rumah.

"Tahun ini kita akan membagikan bantuan untuk 2.085 unit Rutilahu yang tersebar di 24 kecamatan," ujar Usman saat dikonfirmasi, Sabtu (30/1/2021).

Dia menyebutkan, bantuan tersebut bersumber dari berbagai alokasi dana.

Seperti, Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Majalengka sebanyak 146 unit, Dana Alokasi Khusus (DAK) 149 unit dan dari provinsi sebanyak 1.785 unit.

"Nilai bantuan rutilahu ini sebesar Rp 17,5 juta per unit. Kalau bantuan dana dari DAU dan DAK sepenuhnya harus dibelanjakan untuk bahan bangunan. Kalau bantuan dari provinsi bisa dipecah untuk upah, material dan biaya operasional lain," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan penyaluran dan pembangunan dilakukan oleh fasilitator dan tim teknis dari Provinsi.

Sehingga, pihaknya tidak memiliki kewenangan ketika ada penyelewengan.

"Itu kan tim dari Provinsi yang ngawasin, si penerima harusnya bebas membelanjakan bantuan di toko material mana saja," jelas dia.

Usman melanjutkan, menanggapi banyaknya oknum yang menjadi makelar atau calo bahan bangunan, dia menegaskan, fasilitator dilarang atau tidak boleh ikut campur walaupun merekomendasikan toko bahan bangunan sekalipun.

"Kalau fasilitator jelas tidak boleh seperti itu (calo bahan bangunan untuk program Rutilahu)," katanya.

Baca juga: Pesan Terakhir Kang Pipit Preman Pensiun pada Anak Bungsunya, Sempat Bilang Akan Pulang

Baca juga: VIRAL Nama Angel Sepang Jadi Sorotan, Hamil 2 Kali Dikasih 1 M dan Fortuner untuk Gugurkan Kandungan

Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved