Breaking News:

Reaksi Vaksin Sinovac Bikin Mengantuk? Berikut Pengakuan Pejabat Daerah Kuningan Seusai Disuntik

Rasa kantuk ini, kata Hanif, merupakan efek baik terhadap tubuh dalam memberikan peningatan imunitas pada tubuh.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda menjadi orang pertama di Kuningan sebagai penerima vaksin sionovac di acara launching vaksin sinovac, Kamis (28/1/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Vaksin sinovac ternyata menimbulkan reaksi cukup menenangkan alias bikin kantuk.

Hal itu dirasakan langsung oleh Kepala Kementerian Agama H Hanif dan Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana saat menyampaikan keterangannya kepada Tribuncirebon.com, Kamis (28/1/2021).

Saat mengawali perbincangan melalui sambungan seluler, Kepala Kementerian Agama Kuningan, mengatakan, saat disuntik vaksin tadi tidak ada perasaan apapun.

Baca juga: Amalan Sunnah Malam Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Penuh Keberkahan dan Pahalanya Berlimpah

Baca juga: Honda Accord Tahun 2008 Kini Dihargai Rp 100 Juta, Harga Mobil Bekas Kian Terjangkau

Baca juga: Persib Bandung Mulai Menyerah? Manajemen Kesulitan Pertahankan Para Pemain

Namun beberapa saat sesudah disuntik vaksin sionovac itu muncul rasa kantuk.

“Perasaannya tidak ada apa – apa, hanya setelah beberapa jam dari tadi sudah disuntik vaksin, ini ada rasa ngantuk,” kata Kepala Kementerian Agama Kuningan, Hanif saat dihubungi ponselnya, Kamis (28/1/2021).

Rasa kantuk ini, kata Hanif, merupakan efek baik terhadap tubuh dalam memberikan peningatan imunitas pada tubuh.

“Jadi, ketika kita ngantuk lanjut istirahat tidur. Imunitas itu otomatis akan bertambah dan bisa melawan virus – virus lainnya selain covid-19,” katanya.

Masuk dalam daftar pejabat daerah penerima vaksin sionovac, kata Hanif, ia mengapreasiasi tehadap pemerintah daerah dalam sukses pemberian vaksin tersebut.

Sebab kegiatan ini merupakan kebaikan pemerintah yang mesti didukung oleh lapisan masyarakat.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang memfasilitasi kami, dari Kementerian Agama yang mendapat perhatian dalam penyuntikan vaksinasi tadi,” katanya.

Pengalaman kebaikan, kata dia, tentu akan menjadi motivasi bagi tenaga kerja dan guru ngaji di lingkup Kementerian Agama, untuk menyukseskan program vaksinasi ini.

“Ya, kami akan ajak semua tenaga kerja, guru atau siapapun masyarakat di lingkup Kementerian Agama. Sebab masalaha pencegahan Covid -19 ini harus dilakukan secara bersama,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Indra Bayu Peramana.

“Sekarang memang ada muncul rasa ngantuk, tapi beberapa menit usai disuntik tadi. Perasaan agak pegel – pegel juga, karena mungkin penyuntikan vaksin itu kan langsung masuk ke otot ya,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved