Nama Jalan Ahmad Yani Majalengka Diusulkan Diganti, Pegiat Sejarah Minta Abadikan Bupati Pertama
Penamaan jalan di Kota Majalengka dengan nama tokoh pahlawan lokal atau nasional sendiri mungkin sekitar tahun 1960-an.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Majalengka, saat ini sedang mengalami perombakan menjadi pedestrian.
Sejumlah pegiat sejarah menyarankan, ketika rampung nanti jalan tersebut harus berganti nama.
Pedestrian itu akan menjadi semakin mempercantik jalan tersebut, lantaran diisi oleh banyaknya kursi, tempat penyimpanan sepeda dan dihiasi ratusan pot bunga.
Baca juga: Ridwan Kamil Infokan Ada Lowongan Kerja bagi Tenaga Kesehatan di Jabar, Simak Kualifikasinya di Sini
Baca juga: Purnama Istimewa Jumat Besok, di Mana Saja Kita Melihat Bulan Wajah Kita Menghadap Kiblat
Baca juga: Amalan Sunnah Malam Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Penuh Keberkahan dan Pahalanya Berlimpah
Rencananya setelah beres renovasi, area tersebut akan diberlakukan satu arah.
Salah satu pegiat sejarah yang menyarankan penggantian nama, yakni Ketua Grup Madjalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana.
Nana Rohmana yang sering dipanggil Bang Naro ini mengusulkan agar penamaan Jalan Ahmad Yani diubah menjadi Jalan RT. Dendanagara.
Nama Dendanagara ini tercatat sebagai Bupati pertama di wilayah Kabupaten Majalengka.
Penamaan jalan di Kota Majalengka dengan nama tokoh pahlawan lokal atau nasional sendiri mungkin sekitar tahun 1960-an.
Adapun nama Jalan Ahmad Yani itu mulai berlaku sekira tahun 1990-an, sebelumnya bernama Jalan KH Abdul Halim.
“Tahun 1950-an jalan Suha itu namanya jalan Dipati Ukur. Jalan Ibu Tien Soeharto diganti jadi Jalan KH Abdul Halim,” ujar Naro, Kamis (28/1/2021).
Bang Naro menyampaikan, sebelum jalan Ibu Tien Soeharto, namanya adalah Jalan Raya Barat dari Alun-alun ke arah barat.
Atau sebaliknya, dari tengah Alun-alun Majalengka ke arah timur itu namanya Jalan Raya Timur.
Itu sewaktu masih zaman Belanda.
“Jika mau diganti atau diubah namanya, jalan depan pendopo ini sepertinya cukup dibahas yang melibatkan pihak eksekutif dan legislatief di daerah,” ucapnya.
Masih disebutkan Naro, perubahan nama jalan Ibu Tien Seoharto menjadi KH Abdul Halim terealisasi pada zaman kepemimpinan Bupati Sutrisno dan Wakilnya Karna Sobahi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/jalan-ahmad-yani.jpg)