Ini Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW yang Patut Dicontoh, Sambil Mengintip Makanan Favoritnya
Untuk menerapkan pola hidup yang sehat ini, khususnya bagi kaum muslimin, sudah selayaknya untuk meneladani pola hidup Nabi Muhammad SAW.
TRIBUNCIREBON.COM - Nabi Muhammad SAW diriwayatkan hanya mengalami dua kali sakit seumur hidupnya.
Pertama akibat diracun oleh seorang wanita Yahudi dan yang kedua adalah sakit saat menjelang wafat.
Ini tentu menunjukkan bukti bahwa Rasulullah SAW memiliki tubuh yang kesehatannya selalu terjaga.
Semua orang tentu sangat berharap memiliki tubuh sehat.
Baca juga: Amalan Sunnah Malam Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Penuh Keberkahan dan Pahalanya Berlimpah
Baca juga: Tak Disangka, Kebiasaan Rasulullah SAW yang Tak Pernah Lepas Diamalkan Syekh Ali Jaber Itu Sederhana
Tubuh yang sehat tidak bisa dilepaskan dari pola makan dan pola hidup yang tepat.
Untuk menerapkan pola hidup yang sehat ini, khususnya bagi kaum muslimin, sudah selayaknya untuk meneladani pola hidup Nabi Muhammad SAW.
Meneladani pola makan Rasulullah SAW, seperti dilansir Tribuncirebon.com dari Kompas.com, bisa dimulai dengan mengenali makanan favorit beliau.
Seperti halnya manusia pada umumnya, Nabi Muhammad SAW juga memiliki beberapa makanan yang sangat disukainya.
Makanan kesukaan Nabi
Diketahui makanan favorit Rasulullah SAW yang pertama adalah tharid yaitu masakan kaldu dengan isian utamanya kacang chickpea atau kacang Arab.
Bisa dibilang, tharid merupakan hidangan paling disukai Rasulullah SAW.
Hal ini juga disebutkan dalam buku Medieval Cuisine of the Islamic World: A Concise History with 174 Recipes (Lilia Zaouali, 2007).
Selain tharid, makanan kedua yang disenangi Rasulullah adalah daging bagian kaki dan paha kambing.
Rasulullah juga sangat menggemari daging kambing, khususnya bagian lengan atau kaki depan dan pahanya.
Menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Qadhi Iyadh, Rasulullah menyukai daging bagian kaki dan paha karena bagian itu aromanya yang khas, rasanya yang manis, dan jauh dari tempat berbahaya.
Makanan ketiga yang disukai adalah talbinah.
Talbinah adalah sejenis sup yang terdiri dari lemak, gandum, madu, dan sayur hijau.
Merujuk buku Sehat Ala Nabi: 365 Tips Sehat Sesuai Ajaran Rasulullah (Mohammad Ali Toha Assegaf, 2015), talbinah baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengembalikan keseimbangan tubuh yang terganggu,dan memberikan kekuatan karena mengandung energi yang tinggi.
Sementara yang keempat adalah roti gandum.
Dikisahkan bahwa suatu ketika Rasulullah mengajak Jabir bin Abdullah ke rumah salah satu istrinya.
Ketika mereka berdua sampai, istri Rasulullah mengeluarkan roti gandum.
Rasulullah dan Jabir memakan roti gandum tersebut bersama dengan cuka.
“Ini adalah makanan terbaik penduduk dunia dan penduduk akhirat," kata Rasulullah ketika diberi hidangan roti gandum sebagaimana hadits riwayat Ibnu Majah.
Namun, yang juga perlu diingat bahwa Rasulullah disebutkan tidak pernah berlebihan dengan makanan-makanan favoritnya itu.
Beliau makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.
Makan sekedarnya saja. Tidak lantas memenuhi perut dengan makanan yang disukainya.

Air putih dan madu
Seperti dikutip dari buku Sehat Ala Rasulullah, Beliau memulai paginya dengan mengonsumsi segelas air putih yang dicampur dengan madu asli.
Madu memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah membantu organ pencernaan agar bisa berfungsi maksimal saat mengolah makanan di dalam usus.
Madu juga memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam serta diangkat dalam sebuah ayat, yaitu dalam surat An Nahl.
"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya ada obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 68-69).
Kemudian memasuki waktu dhuha (pagi menjelang siang), beliau mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa.
Dalam dunia kesehatan, madu dan kurma memiliki banyak manfaat bagi sistem pencernaan, termasuk salah satunya menetralisir racun.
Adapun menu makan siang Rasulullah sangatlah sederhana, yaitu minyak zaitun dan dua tetes cuka dan roti gandum yang kira-kira sebesar genggaman tangan.
Kombinasi makanan tersebut terbukti dapat menguatkan tulang, menghancurkan kolesterol jahat yang ada dalam tubuh, dan mencegah kepikunan.
Lalu, untuk makan malam, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran dan segelas susu kental.
Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur.
Beliau melakukan aktivitas seperti shalat agar makanan bisa tercerna secara optimal.
Rutin berpuasa dan berolahraga
Diketahui dalam sebuah hadits, selain puasa Ramadhan, Rasulullah juga sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis.
Selain sebagai ibadah bagi orang mukmin, puasa juga ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.
Bahkan beberapa penyakit berbahaya seperti serangan jantung, hipertensi, diabetes, dan kanker dapat disembuhkan.
Rasulullah juga diriwayatkan rutin berolahraga seperti berkuda, memanah, dan berenang.
Hal itu menunjukan bahwa tubuh Beliau tidak hanya sehat, tapi juga kuat.
Beliau juga pernah lomba lari, gulat, dan bahkan memanah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Makanan Favorit dan Pola Hidup Sehat Nabi Muhammad SAW"