Breaking News:

Klarifikasi KBRI Mesir di Cairo Soal Meninggalnya TKW Asal Indramayu di Kamar Mandi Majikan di Mesir

Kabar meninggalnya Suniah (50), warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu di Cairo Mesir menjadi duka bagi para PMI

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
KTP-el Suniah (50), TKW asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Foto diambil Rabu (20/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabar meninggalnya Suniah (50), warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu di Cairo Mesir menjadi duka bagi para pekerja migran asal Indonesia.

Suniah sendiri merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW yang sebelumnya diberangkatkan secara ilegal. 

Ia bekerja di Mesir sejak 5 Mei 2019 sebagai pembantu rumah tangga di Burj Arab Propinsi Alexandria.

Baca juga: KBRI Mesir Minta Uang Rp 170 Juta, Jika Keluarga Ingin Jenazah TKW Asal Indramayu Dipulangkan

Baca juga: BREAKING NEWS - TKW Asal Indramayu Ditemukan Meninggal di WC Rumah Majikannya di Mesir

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan, pihaknya juga menerima informasi dari Kantor Kepolisian Borg el Arab, Propinsi Alexandria mengenai kabar meninggalnya Suniah.

Mengetahui kabar tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Cairo Mesir segera menindaklanjuti informasi dengan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, menghubungi pihak majikan dan menghubungi pihak keluarga di Indonesia.

"Pihak Kepolisian menerangkan bahwa Ibu Suniah ditemukan terjatuh di kamar mandi pada saat majikan keluar rumah untuk berobat ke dokter," ujar dia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (22/1/2021).

Suniah saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit Al Borj dan melakukan perawatan di ruang UGD, tidak berselang lama ia dinyatakan meninggal dunia. Kejadian itu terjadi pada Selasa (19/1/2021).

Menurut informasi rekan kerja dan saudarinya yang bekerja di Mesir, Suniah sudah lama mengeluhkan penyakit darah tinggi dan sakit kepala.

"Pihak Kepolisian menegaskan bahwa Almarhum meninggal dikarenakan sebab yang normal dan tidak ditemukan unsur kriminal termasuk penganiayaan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved