Breaking News:

Ungkap Kasus Rokok Tanpa Cukai, KPPBC TMP C Cirebon Selamatkan Kerugian Negara Senilai Rp 1,5 Miliar

KPPBC Tipe Madya Pabean (TMP) C Cirebon berhasil mengungkap kasus rokok tanpa cukai.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Istimewa
Petugas KPPBC TMP C Cirebon saat memeriksa barang bukti kasus rokok tanpa cukai belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Cirebon berhasil mengungkap kasus rokok tanpa cukai.

Humas KPPBC TMP C Cirebon, Novembriyanto Nugroho, mengatakan, kasus tersebut berhasil diungkap jajarannya selama 2020.

Menurut dia, barang bukti yang diamankan dari kasus itupun mencapai 2,6 juta batang rokok berbagai merek.

Baca juga: RESMI! Pasangan Nina Agustina-Lucky Hakim Jadi Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Periode 2021-2026

Baca juga: Anak Jokowi Ditetapkan KPU Sebagai Wali Kota Solo, Ini Komentar Gibran Rakabuming Seusai Rapat Pleno

"Potensi kerugian negara yang timbul dari kasus rokok tanpa cukai itu mencapai Rp 1,5 miliar," kata Novembriyanto Nugroho kepada Tribuncirebon.com, Kamis (21/1/2021).

Ia mengatakan, barang bukti lainnya yang diakankan ialah 42 kilogram tembakau iris berbagai merek yang tidak dilekati pita cukai dan pita cukai palsu.

Pihaknya juga berhasil mengungkap kasus minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal.

Sebanyak 1086 botol MMEA dari berbagai merek juga berhasil disita jajarannya.

"Dari kasus MMEA ini potensi kerugian negara mencapai Rp 43,9 juta," ujar Novembriyanto Nugroho.

Baca juga: Sosok Deden, Anak yang Gugat Orangtuanya, Koswara Rp 3 M di Bandung Jadi Sorotan, Siapakah Dia?

Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem, Jumat 22 Januari 2021: 6 Wilayah Potensi Hujan & Petir

Ia mengatakan, perbuatan itu melanggar UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Para pelaku peredaran rokok ilegal dan MMEA ilegal juga telah menjalani proses hukum.

Bahkan, empat pelaku di antaranya telah mendapatkan vonis pengadilan dan menjalani hukuman di Lapas wilayah Cirebon.

"Ada seoramg pelaku lainnya masih menjalani proses hukum," kata Novembriyanto Nugroho.


Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved