Gempa Tektonik Berkekuatan Magnitudo 3.5 Guncang Garut dan Tasikmalaya
Hingga pukul 17:40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gempa Tektonik mengguncang Tasikmalaya dan Garut, Selasa (19/1) pukul 16:52:27 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=3.5.
Episenter terletak pada koordinat 8.02 LS dan 107.86 BT, atau tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 78 km barat daya Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 24 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar dasar laut.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Rabu, 20 Januari 2021: Empat Wilayah Potensi Hujan Disertai Petir
Baca juga: Anak yang Gugat Orangtua Rp 3 Miliar Meninggal Sehari Sebelum Sidang, Sidang Digelar di PN Bandung
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat.
gempa bumi ini dirasakan di wilayah Cibalong di Kabupaten Garut dan Cipatujah di Kabupaten Tasikmalaya dengan Skala Intensitas II - III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah).
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," katanya melalui siaran tertulis.
Hingga pukul 17:40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Pangandaran Tak Terdampak
Menurut BMKG, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Cibalong (Kab.Garut) , Cipatujah (Kab.Tasikmalaya) dengan Skala Intensitas II - III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah).
Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
Selain itu, BMKG menyebut gempa susulan hingga pukul 17:40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.
BMKG juga mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sementara, dari unsur Pusdalops Pangandaran M. Iqbal Ramdhani mengatakan, Untuk dampak gempa bumi di Pangandaran sampai saat ini tidak ada laporan masuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gempa-tektonik-berkekuatan-magnitudo-35-dirasakan-di-garut-dan-tasik.jpg)