Breaking News:

TERUNGKAP Alasan di Indramayu Banyak Pasangan Lakukan Pernikahan Dini, Bikin Miris Pengadilan Agama

Jumlah pasangan yang terpaksa melakukan pernikahan dini di Indramayu pada tahun 2020 mengalami peningkatan, apa penyebabnya?

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
freepik.com
Ilustrasi. TERUNGKAP Alasan di Indramayu Banyak Pasangan Lakukan Pernikahan Dini, Bikin Miris Pengadilan Agama 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jumlah pasangan yang terpaksa melakukan pernikahan dini di Indramayu pada tahun 2020 mengalami peningkatan.

Bahkan pengajuan dispensasi nikah atau pengajuan menikah dengan umur belum 19 tahun di Kabupaten Indramayu melonjak hingga 2 kali lipat.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Engkung Kurniati mengatakan, ada sebanyak 761 pemohon yang mengajukan dispensasi nikah tersebut.

Berbeda dengan tahun 2019 yang hanya ada sebanyak 302 pemohon.

Baca juga: Warga yang Mau Cerai di Indramayu Antre Panjang, Bangku Tunggu di Gedung Hingga Tempat Parkir Penuh

Baca juga: Kasus Perceraian Suami Istri di Indramayu Masih Tinggi, Tahun 2020 Total Ada 9.365 Perkara Diajukan

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Engkung Kurniati di ruang kerjanya, Senin (18/1/2021).
Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Engkung Kurniati di ruang kerjanya, Senin (18/1/2021). (Tribuncirebon.com/Handika Rahman)

"Melonjak sejak pemerintah memberlakukan batas usia minimal menikah itu 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Senin (18/1/2021).

Lalu apa penyebabnya hingga pernikahan dini meningkat?

Engkung Kurniati menyampaikan, regulasi tersebut tertuang dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 dan mulai berlaku sejak 15 Oktober 2019 lalu.

Sehingga banyak dari pemohon yang masih dibawah umur meminta rekomendasi ke Pengadilan Agama karena ditolak oleh Kantor Urusan Agama (KUA).

Antrean masyarakat yang hendak mengajukan permohonan perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Senin (18/1/2021).
Antrean masyarakat yang hendak mengajukan permohonan perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Senin (18/1/2021). (Tribuncirebon.com/Handika Rahman)

Usia mereka pun beragam, mayoritas didominasi pemohon yang masih berusia 16 tahun.

Beberapa di antaranya juga ada yang masih berusia 14 tahun atau masih seusia SMP.

Alasan mereka menikah di usia yang sangat dini, diakui Engkung Kurniati cukup miris.

Pengaruhnya dikarena pergaulan remaja yang sudah kelewat batas.

Sehingga banyak orang tua yang menginginkan anaknya sebaiknya segera dinikahkan untuk menghindari rasa malu.

"Rata-rata usia mereka itu sudah putus sekolah," ucapnya.

Baca juga: RESMI, Vanessa Angel Bebas Murni, Datangi Lapas Pondok Bambu, Begini Reaksinya saat Ditemui Media

Baca juga: Sepasang Pria dan Wanita Muda Kepergok di Balik Selimut Sedang Apa? Polisi Gerebek Kos di Kota Tasik

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved