Breaking News:

Ridwan Kamil Sayangkan Masih Ada Warga Cimanggung yang Menolak Direlokasi

Gubernur menilai proses edukasi untuk menggugah kesadaran warga pun harus digalakan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Minggu (10/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan sebagian masyarakat di sekitar lokasi longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, enggan direlokasi.

Gubernur menilai proses edukasi untuk menggugah kesadaran warga pun harus digalakan.

Sebelumnya pada pekan lalu, terjadi longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Sejumlah rumah tertimbun dan rusak berat, puluhan warga dinyatakan meninggal dunia karena tertimbun longsor.

Proses relokasi rumah warga, katanya, tidak berjalan mudah karena masih ada warga yang menolak direlokasi.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana di lokasi rawan bencana.

“Kita tahu ini tidak mudah, contohnya di Sumedang sudah tau dia kena longsor tapi yang menolak direlokasi juga banyak ya. Jadi inilah contoh edukasi yang tidak mudah, bagaimana mengedukasi masyarakat agar hidup jangan menantang risiko yang sangat besar dari sisi kebencanaan,” katanya di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (18/1).

Di lain sisi, dirinya mengapresiasi Pemkab Sumedang yang akan menyiapkan lokasi untuk relokasi pemukiman warga terdampak longsor ke lokasi yang lebih aman.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi lokasi bencana longsor dalam waktu dekat.

Kedatangan presiden diharapkan membuat proses relokasi bisa berjalan cepat dan lancar.

“Mudah-mudahan kabar bahwa Bapak Presiden akan datang ke Sumedang di pekan ini bisa menjadi berita yang melegakan dan berita yang menggembirakan,” ucap dia.

Baca juga: Wajah Syekh Ali Jaber Tersenyum Sebelum Dimakamkan Diungkap Banyak Tokoh, Kini Fotonya ada di Medsos

Baca juga: Bayi 11 Bulan Fao Nuntias Zai Penumpang Sriwijaya Air yang Sempat Viral Berhasil Diidentifikasi

Emil pun menugaskan kepada seluruh kepala daerah yang memiliki kawasan berpotensi bencana longsor untuk melakukan analisis.

Hal ini untuk merelokasi masyarakat menuju zona yang lebih aman. 

"Kita sudah tugaskan seluruh kepala daerah untuk menganalisis zona rawan longsor dengan konsep memindahkan ke zona aman," ujarnya.

Diketahui, area pemukiman di sekitar lokasi longsor di Cimanggung harus segera dikosongkan secara permanen.

Hal ini berdasarkan hasil kajian ahli geologi sekaligus instruksi dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang melakukan kunjungan beberapa waktu lalu.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan rencana pembangunana kawasan hunian baru ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

Namun, semua prosesnya tidak akan berjalan cepat. Data sementara ada 267 kepala keluarga dengan 1.003 jiwa.

Jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah karena pendataan masih berlangsung.

Baca juga: Infused Water Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Berikut 6 Jenis Infused Water dan Cara Membuatnya

Baca juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Bertengkar, Sang Manajer Geram hingga Marah: Depan Orang Tua Berantem

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved