Breaking News:

Berbakti pada Orangtua, Mahasiswi Cantik Ini Tak Gengsi Jualan Sale Pisang hingga Turun ke Kebun

Mahasiswi cantik Neng Sonia, bangga kepada kedua orangtuanya yang bisa memberikan pendidikan kepadanya hingga bangku kuliah dari berjualan sale pisang

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Neng Sonia (20) mahasiswi penjual sale pisang 

Mulai dari mengupas pisang ambon yang telah matang pohon, memotong, sampai menyusunnya di atas anyaman bambu untuk dijemur.

Jika sinar matahari tak muncul untuk menjemur sale pisang, maka kegiatan bisa sampai hari gelap untuk menghangatkan sale pisang di perapian tungku tradisional.

Selesai menyortir sale pisang di sebuah anyaman bambu, gadis berkulit putih dan berhidung mancung ini berujar bahwa tujuan ia menyortir karena permintaan konsumen.

"Kalau yang dibelah kotak kecil ini permintaan konsumen dari Bandung, kalau yang lonjong kecil ini biasanya untuk konsumen lokal Cianjur," kata gadis pemilik rambut panjang ini membuka pembicaraannya.

Kampungnya yang dikelilingi kebun pisang tak menyulitkan untuk memperoleh bahan baku.

Ia pun tak gengsi turun ke kebun merasakan ikut memanen pisang bersama ayahnya jika waktu panen pisang telah tiba.

Tanah kebun yang becek berlumpur di musim hujan sudah biasa ia lewati, demikian halnya dengan nyamuk dan serangga kecil yang sering menggigit kulitnya.

Tak hanya sampai di situ, mahasiswi yang kini sedang menimba ilmu di Universitas Suryakancana Cianjur ini pun selalu membantu pemasaran sale pisang yang menjadi tumpuan usaha keluarganya.

"Sekarang perkuliahan di rumah, jadi saya banyak waktu untuk membantu kedua orangtua memproduksi sale pisang ini," ujarnya.

Ia mengaku sudah terbiasa berjualan membantu memasarkan sale pisang baik ke temannya atau kepada siapapun yang memerlukan sale pisang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved