Breaking News:

Longsor Cimanggung - Kapolres: Pak Danramil Tadinya di Sebelah Saya, Masjid yang Terang Jadi Gelap

APOLRES Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengetahui betul dahsyatnya longsor susulan yang terjadi di Perum Pondok Daud

Editor: dedy herdiana
Istimewa/Kantor SAR Bandung
proses evakuasi longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - KAPOLRES Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengetahui betul dahsyatnya longsor susulan yang terjadi di Perum Pondok Daud, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sabtu (9/1) malam.

Pasalnya, saat kejadian itu Eko sedang berada di sana untuk melakukan evakuasi korban longsor yang pertama setelah turun hujan deras. Namun, saat berjibaku dengan material longsor, tiba-tiba longsor susulan pun terjadi.

Longsor susulan, ujarnya, langsung menimbun sejumlah warga, termasuk tiga petugas yakni Komandan Rayon Militer 1014/Cimanggung ( Danramil Cimanggung) Kapt Inf Setyo Pribadi; Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Yedi; dan Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cimanggung, Suhanda. Ketiganya meninggal dunia.

Eko sendiri nyaris menjadi korban. Beruntung saat itu dia berhasil menyelamatkan diri, meskipun kondisi di lokasi sudah mulai gelap.

Baca juga: Longsor Cimanggung - Jasad Diduga Bertumpuk di Rumah, 26 Korban Masih Terkubur

Baca juga: Zikir dan Doa Pagi sesuai Rasulullah SAW, Faedahnya Sangat Luar Biasa Selamat Dunia dan Akhirat

"Saya mendapat laporan dari Kapolsek ada longsor, terus saya coba cek ke TKP. Saat itu cuaca hujan deras, saya sampai ke sina setelah Magrib dan kondisinya gelap," ujarnya saat ditemui di posko banjir di Jatinangor, Minggu (10/1/2021).

Meski kondisi sudah tidak memungkinkan, Eko tetap berupaya melakukan pengecekan. Hasilnya, ada 18 rumah yang tertimbun longsor dan dari jumlah tersebut ada 2 rumah yang ditempati dua keluarga masing-masing 4 orang, sehingga ada 8 orang yang diduga tertimbun.

"Dari jarak 100 meter dari longsor pertama kami melakukan pematangan data untuk melakukan evakuasi esok hari di Masjid bersama relawan, basarnas, tagana," kata Eko.

Saat melakukan pematangan data, Eko mendengar suara gemuruh dan ternyata itu merupakan longsor susulan yang datang dari arah berbeda atau dari arah samping longsor pertama.

Kejadian tersebut, kata Eko, memang tidak terduga karena saat itu mobil Basarnas terparkir di area longsor susulan termasuk gugus tugas penanganan Covid-19 juga sedang berada di lokasi tersebut.

"Saat itu ada 30 orang lagi mematangkan data di white board, kemudian terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi hingga situasi menjadi kacau," ucapnya.

Saat semua orang mendengar suara gemuruh, mereka langsung berhamburan keluar melalui jalur yang ada di sekitar lokasi.

Tetapi saat itu Eko berada di posisi yang cukup sulit untuk keluar.

"Saya berada di posisi yang paling belakang, dan saya memilih untuk memecahkan kaca masjid bersama beberapa wartawan kemudian melompat keluar," kata Eko.

Setelah keluar dari masjid, kata Eko, tiba-tiba longsoran tanah hingga membuat masjid yang asalnya terang menjadi gelap karena lampunya seketika padam dan kondisi langsung mencekam.

Beruntung Eko berhasil menyelamatkan diri, namun Kapt Inf Setyo Pribadi gugur.

Bagian belakang masjid rata tertimbun tanah.

"Pak Danramil tadinya berdiri di sebelah saya," ujarnya.(hilman kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved