Proyek Petrochemical Complex
Soal Proyek Petrochemical Complex di Indramayu, Warga Majakerta Kirim Petisi Minta Hak Keramat
masyarakat Majakerta sebenarnya mendukung pembangunan industri yang memiliki investasi senilai Rp 100 triliun tersebut.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sejumlah warga di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu berbondong-bondong mendatangi balai desa, Kamis (7/1/2021).
Kedatangan mereka hendak menyerahkan petisi yang menjadi aspirasi masyarakat soal pembebasan lahan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu hasil kerja sama Pertamina dan CPC Taiwan.
Salah seorang perwakilan warga, Rendra (52) mengatakan, sedikitnya ada 3 poin petisi yang dituntut masyarakat Majakerta soal pembangunan mega proyek tersebut.
Baca juga: Jadi Trending RismaRatuDrama, Ini Penjelasan Kemensos Soal Blusukan Menteri Sosial di Jakarta
Baca juga: Teddy Sibuk Urus Harta Warisan, Sule dan Anak-anaknya Gelar Tahlilan Setahun Meninggalnya Lina
Baca juga: Masuk Zona Merah Belajar Tatap Muka di Kabupaten Cirebon Ditunda, Siswa Kembali Belajar Jarak Jauh
Petisi ini berdasarkan riset yang dilakukan warga soal dampak sosial masyarakat terkait pembangunan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu tersebut.
"Warga menuntut diberikan hak dan harga sekeramat-keramatnya, kedua penentuan relokasi harus dari masyarakat Majakerta, dan menghidupkan Sungai Gebang Sawit untuk nelayan," ujar Rendra kepada Tribuncirebon.com.
Rendra mengatakan, masyarakat Majakerta sebenarnya mendukung pembangunan industri yang memiliki investasi senilai Rp 100 triliun tersebut.
Hanya saja, tuntutan tersebut harus dipenuhi agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Termasuk soal harga ganti rugi pembebasan lahan dan pemindahan permukiman warga nantinya.
Dijelaskan Rendra, Desa Majakerta memiliki sejarah panjang, di sana terdapat berbagai sektor yang menjadi kearifan lokal sekaligus sumber mata pencaharian warga.
Lanjut dia, yang paling disayangkan jika Desa Majakerta harus direlokasi adalah soal keberadaan situs-situs sejarah.
Seperti makam kebuyutan dan ikon api abadi yang ada di desa setempat yang terancam hilang karena keberadaan Proyek Petrochemical Complex.
"Maka kami di sini membentuk petisi yang seperti saya katakan, bahwa masyarakat menginginkan rasa sepenanggungan rasa seuyunan yang bisa merangkul dan memeluk sesama hidup," ujar dia.
Petisi yang disampaikan Rendra ini akan diteruskan pula kepada Ketua DPD Desa Majakerta, Kepala Desa Majakerta, Camat Balongan, Ketua DPRD Indramayu, Bupati Indramayu, Manager PT Pertamina RU VI Balongan, dan Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Indramayu.
"Bilamana tuntutan tersebut tidak dipenuhi kami atas nama masyarakat Majakerta dengan tegas menolak," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/warga-majakerta-serahkan-petisi.jpg)