Breaking News:

Pelaksanaan New Normal

Suka Tak Suka, Mau Tak Mau, Vaksin Covid19 Wajib Disuntikkan ke Tubuh Kita, Ridwan Kamil Beri Alasan

Melakukan vaksinasi, kata Ridwan Kamil, adalah bentuk bela negara. Masyarakat diminta mencintai negara ini dengan ikut serta dalam vaksinasi

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai menjalani penyuntikan sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan siapapun yang sudah ditunjuk untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, tidak boleh menolak.

//

Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular.

"Pak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa divaksin itu adalah kewajiban warga negara. Jadi itu bukan hak, bukan pilihan. Barang siapa sudah ditunjuk untuk ikut divaksin, itu tidak boleh menolak. Karena kalau menolak akan membahayakan kesehatan keselamatan masyarakat," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Bandung, Rabu (6/1).

Melakukan vaksinasi, katanya, adalah bentuk bela negara. Masyarakat diminta mencintai negara ini dengan ikut serta dalam vaksinasi sesuai arahan pemerintah, untuk ikut jadi peserta vaksinasi agar menyelamatkan lingkungan sekitarnya.

"Kita harap tidak ada (penolakan) karena tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa ini kewajiban, kewajiban dari warga negara berdasarkan Undang-Undang Tahun 1984 tentang wabah, yang menjadi dasar hukum kenapa yang sudah terdaftar teregistrasi tidak boleh menolak," katanya.

Emil mengatakan satu-satunya solusi di masa pandemi ini adalah orang sakit sembuh oleh obat dan orang sehat bisa imun oleh vaksin. Emil memohon untuk tidak mendramatisir orang yang menolak vaksinasi.

"Karena kalau dia terdaftar dan menolak, kan dia harus tapi membahayakan, kan begitu. dengan menolaknya itu artinya dia membahayakan masyarakat sekitar," katanya.

Vaksinasi tahap pertama selain diberikan kepada para tenaga kesehatan, katanya, akan dilakukan melalui keteladanan para pemimpin. Jadi yang pertama akan divaksin adalah Presiden RI, kemudian para gubernur, dan para kepala daerah walikota dan bupati.

"Khusus Jawa Barat, karena saya sudah jadi relawan vaksin, maka saya tidak bisa ikut divaksin. Nanti saya akan menemani bapak Wakil Gubernur bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, sebagai orang-orang pertama yang akan diberi vaksin," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved