Breaking News:

12 Calon Penumpang di Terminal Leuwipanjang Reaktif Covid-19

Sebanyak 12 calon penumpang di terminal Leuwipanjang, Kota Bandung dinyatakan reaktif Covid-19.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Humas Jabar
Ilutrasi Hasil rapid test 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak 12 calon penumpang di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukan rapid test antigen oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Pengetesan terhadap calon penumpang di terminal Leuwipanjang dilakukan selama 10 hari, dimulai sejak Kamis 24 Desember 2020 dan menyasar sekitar 700 penumpang.

Kepala terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan, pengetesan yang dilakukan kepada penumpang sudah melebihi dari target.

Total, kata dia, hingga Sabtu 2 Januari 2020 sudah ada 792 penumpang yang dites.

Baca juga: Selain Video Syur Dengan MYD, Ternyata Aksi Gisel Lainnya di Medan Tahun 2017 Ini Juga Terekam

Baca juga: Pengedar Sabu di Indramayu Ditangkap, Pelaku Nekat Jual Beli Barang Haram di Depan Kantor Polisi

"Kita sudah mencapai target dan kemarin hari terakhir pemeriksaan. Total yang terperiksa sampai kemarin itu ada 792 penumpang, dari total 850 alat yang disiapkan," ujar Asep, saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Dari 792 yang terperiksa, kata Asep, ada 12 penumpang yang dinyatakan reaktif virus corona. Para penumpang yang reaktif tidak dapat melanjutkan perjalannya dan langsung dirujuk ke Puskesmas daerah masing-masing untuk swab test PCR.

"Sampai kemarin itu ada 12 penumpang yang reaktif, mereka tersebar dari Bandung Raya, ada dari Kota Cimahi, Soreang (Kabupaten Bandung) dan Kota Bandung," katanya.

Sementara untuk sisa alat rapid test yang ada, sambung Asep, kemungkinan akan dikembalikan kepada Dinas Kesehatan atau digunakan untuk rapid test anggota Dinas Perhubungan.

Baca juga: Cukup Pakai NISN Buat Cek Penerima Dana Program Indonesia Pintar, Dapat Rp 450 Ribu-1 Juta per Tahun

"Jadi, karena sudah mencapai target, sisanya (alat rapid) akan dikembalikan ke Dinas Kesehatan atau dipakai untuk Dinas Perhubungan," ucapnya.

Asep belum dapat memastikan apakah akan kembali memperpanjang pengetesan di terminal atau tidak.

"Belum ada instruksi, nanti menunggu instruksi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved