Cikeusal Diserang Warga Desa Tetangga
Perusakan Rumah di Kuningan, Anggota DPRD Merasa Prihatin & Malu, Minta Ada Pembinaan Sosial & Agama
kami sangat prihatin dan sangat malu lah, sebab ini tidak mencerminkan warga Kuningan berbasis visi misi sebagai daerah Maju Agamis dan Pinunju
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Anggota DPRD Kuningan merasa prihatin terhadap kejadian penyerangan dan perusakan rumah warga di Desa Cikeusal, Kecamatan Cimahi, yang terjadi saat awal tahun 2021.
“Jelas kami sangat prihatin dan sangat malu lah, sebab ini tidak mencerminkan warga Kuningan berbasis visi misi sebagai daerah Maju Agamis dan Pinunjul,” ungkap Susanto Anggota F-PKB DPRD Kuningan, Jum’at (1/-1/2021).
Menyikapi permasalahan sosial di lingkungan seperti di Kecamatan Cimahi, kata dia, tentu memiliki banyak cara melalui tanggung jawab pemerintah.
Baca juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sabtu 2 Januari 2021, Bandung Bakal Diterpa Hujan Sejak Siang Hari
Baca juga: Hasil Liga Inggris, Manchester United Samai Poin Liverpool, Sukses Tumbangkan Aston Villa 2-1
Baca juga: Ternyata Gisel Janjikan Sesuatu Kepada MYD Supaya Bisa Bertemu di Medan dan Rekam Video Syur
“Misal, kenapa tidak pemerintah meningkatkan pembinaan keagamaan dan sosial.
Kedua sektor itu pasti ada di di bagian Kesra dan sejumlah SKPD terkait,” katanya.
Terus juga, kata dia, bentrokan itu biasanya terjadi hanya sesaat alias tidak berujung hingga menyimpan dendam.
“Kami menyakini jika pemerintah hadir di kalangan masyarakat, permasalahan sosial itu tidak akan ada atau muncul berlama-lama.
Artinya, selama ini komunikasi dan silaturahmi bagaimana? Ada gak?” ungkapnya.
Susanto menjelaskan, aksi bentrok itu merupakan penampakan jati diri dan prinsip diri yang wajar untuk sesaat.
“Namun jika sampai berlarut dan terus menerus, ini akan mengganggu kepada sektor di lingkungan sekitar.
Toh, Indonesia bisa merdeka itu salah satunya melangsungkan perundingan dan tempatnya ada di Kuningan! yaitu Gedung Perundingan Linggajati dan ini fakta sejarah kemerdekaan,” ujarnya.
Jadi, kata dia, sebagai harapan bersama dalam mewujudkan good government ini harus mendapat dukungan dari lapisan masyarakat.
“Mari kita rangkul tanpa membedakan dia siapa? dan dia darimana? Artinya, selagi siapapun itu ciptaan Tuhan otomatis kita rangkul dan jangan dipukul,” ujarnya.
Di tempat lain, Kepala Desa Mulyajaya, Maman Yusuf Bastaman membenarkan ada warganya terlibat dugaan penyerangan fasilitas umum dan rumah warga desa tetangga.
“Iya Kang benar warga kami,” jawab Maman saat dihubungi tadi.
Melihat kejadian tersebut, kata dia, tentu sangat prihatin dan ini di luar sangkaan selaku pemerintah desa.
“Iya gak tahu, tapi ini mau mediasi kang,” katanya.
Maman tidak banyak memberikan keterangan terhadap awak media, karena tengah dalam perjalanan ke Mapolsek Luragung.
“Kang maaf ini mau parkir dan sudah di Polsek Luragung, “sinkat dia.
Sementara berdasarkan keterangan Babinsa Koramil 1597/Luragung, yakni Serda Abdul Latif melaporkan dari saksi warga Desa Cikeusal yang diketahui bernama Asep dan Toni sebagai berikut.
“Untuk kronologi kejadian, sewaktu dini hari tadi. Ada perangkat Desa Cikeusal melapor telah terjadi perusakan rumah warga desa Cikeusal oleh anak- anak muda Desa Mulyajaya yang tidak di ketahui penyebabnya,” ujar Serda Abdul Latif.
Menurut keterangan saksi, ulas Serda Abdul Latif, kejadian berawal dari segerombolan pemuda Desa Mulyajaya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor masuk Desa Cikeusal.
“Kemudian setibanya di ujung Desa Cikeusal segerombolan pemuda tersebut secara spontan tanpa sebab melakukan pelemparan batu ke arah rumah-rumah milik warga Desa Cikeusal.
Sehingga mengakibatkan genteng, jendela kaca rumah pecah,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materil itu terdapat genteng pecah 153 buah, kaca jendela riben pecah 4 buah, kaca jendela biasa pecah 3 buah, asbes pecah 7 lembar.
Menerima kabar warga desa berbeda terlibat bentrok usai waktu pergantian malam tahun baru 2021, mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan H Acep Purnama.
“Iya info sudah masuk dan sekarang lagi lakukan mediasi di Polsek Luragung,” ujar Bupati Acep saat dihubungi selulernya, Jum’at (1/01/2021).
Menurutnya, kedua warga desa diakui sering mendapat ketidakpahaman satu sama lain. Sehingga percikan muncul mengakibatkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum terjadi.
“Iya itu hal kecil dan kita langsung bereskan kedua warga dari beda desa tersebut,” katanya.
Diketahui sebelumnya, buntut kerugian atas perusakan rumah warga dan fasiltas umum di Desa Cikeusal, Kecamatan Cimahi langsung di tanggapi orang nomor satu di Desa Cikuesal.
Mulya Sidiq sekaligus Kades Cikeusal ini berharap penegak hukum segera melakukan proses hukum terhadap pelaku perusakan tersebut.
“Kami minta Pak Polisi segera proses pelaku pengrusakan rumah warga kami dan fasilitas umum di desa kami,” ungkap Mulya Sisiq saat dihubungi tadi, Jum’at (1/01/2021).
Siap pengharapan ini, kata dia, tentu sebagai pemberian efek jera terhadap pelaku siapapun yang dianggap merugikan lingkungan warga.
“Iya, tindakan pelaku pengrusakan itu sudah termasuk melakukan pelanggaran berdasarkan pasal 406 dan 407 tentang perusakan di KUHP (Kitab Undang – undang Hukum Pidana),” kata Mulya Sidiq lagi.
Alasan pelaporan terhadap pelaku perusakan tesebut, kata SIdiq, karena jelas pelaku dari tetangga desa itu tidak banyak.
“Dan sebagai provokatornya juga sudah kami paham betul siapa dia? Pelaku dipelajari saat usai lakukan perusakan itu biasanya kambur ke Jakarta dan ini yang membuat greget warga kami.
Dengan demikian, warga kami tetap tidak terpancing emosi untuk melakukan pembalasan terhadap mereka,” katanya.
Mengenai lima rumah warga yang rusak, kata Mulya Sidiq kontan menyangkal dengan jumlah tersebut.
“Bukan lima,tapi ada sekitar 16 rumah dan satu pos kamling yang dirusak warga desa tetangga,” kata Sidiq seraya mengaku dalam perjalan menuju Polsek Luragung untuk melakukan pelaporan.
Sebanyak lima rumah diserang warga desa tetangga, usai perayaan malam pergantian tahun di Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan.
Akibatnya kelima rumah di Desa Cikeusal yang diserang oleh warga Desa Mulyajaya itu mengalami kerusakan karena dilempari benda keras.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribuncirebon.com, peristiwa itu berlangsung usai malam pergantian tahun sekitar pukul 03.30 WIB.
Baca juga: Selalu Jadi Masalah Krusial, Bawaslu Majalengka Sebut, DPB Bukan DPT
Baca juga: Dua Perampok Bersenjata Gasak Uang dan Rokok di Minimarket Rancaekek, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Baca juga: 7 Wanita Kampung Dijajakan di Kafe Indramayu yang Disulap Jadi Tempat Mesum, PSK- nya dari Usia 18
Saat di konfrimasi Kapolsek Luragung, IPTU U Basuki membenarkan, bahwa peristiwa itu namun ditegaskannya itu bukan tawuran.
“Melainkan ada lima rumah warga yang tiba- tiba dilempari benda keras, sehingga bagian atas bangunan rumah warga, seperti genteng dan kaca jendala rusak,” kata Kapolsek saat dihubungi tadi, Jumat (1/01/2021).
Tidak hanya rumah yang kena sasaran serangan warga desa tetangga tersebut, pos kamling yang terbuat bambu pun menjadi sasaran amukan warga tersebut.
“Terus bangunan pos kamling yang roboh, sama warga setempat (Cikeusal) akhirnya ditempatkan di jembatan perbatasan, untuk menutup arus lalu lintas desa,” katanya.
Melihat kejadian yang merugikan warga Desa Cikeusal, kata dia, pihaknya mengklaim sudah mengantongi sejumlah pelaku penyerangan dini hari tadi.
“Data pelaku sudah kami amankan dan saat ini, kami sedang menunggu rumah warga rusak yang berencana melaporkan kasus tersebut,” katanya.
Mengenai taksiran kerugian rumah warga yang rusak itu tidak lebih dari sepuluh juta.
“Iya memang tidak parah – parah banget sih, mungkin kerugian di bawa Rp 10 juta an,” katanya. (*)
Baca juga: Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Cikopo Purwakarta Kini Meringkuk di Penjara
Baca juga: Amanda Manopo Cover Lagu Tanpa Batas Waktu OST Sinetron Ikatan Cinta RCTI, Download MP3 di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/rumah-rusak-diserang-di-cikeusal-2.jpg)