Cikeusal Diserang Warga Tetangga Desa
Kades Mulyajaya Benarkan Warganya Diduga Rusak Pos Kamling dan Rumah Warga Desa Tetangga
Maman Yusuf Bastaman membenarkan ada warganya yang terlibat dugaan penyerangan fasilitas umum dan rumah warga desa tetangga.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kepala Desa Mulyajaya, Maman Yusuf Bastaman membenarkan ada warganya yang terlibat dugaan penyerangan fasilitas umum dan rumah warga desa tetangga.
“Iya Kang benar warga kami,” jawab Maman saat dihubungi tadi.
Melihat kejadian tersebut, kata dia, tentu sangat prihatin dan ini di luar sangkaan selaku pemerintah desa.
Baca juga: Pemuda Asal Garut Ini Cuma Bisa Berbaring, Awalnya Sariawan Biasa Ternyata Derita Penyakit Ini
Baca juga: Mbah Lasimin Hilang di Hutan 2 Hari, Linglung Jalan Kaki Tak Sampai ke Kampung, Dibawa Makhuk Gaib
Baca juga: Ini Sosok Remaja SMP di Cianjur Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya, Jarang Gaul Kini Ditahan Polisi
“Iya gak tahu, tapi ini mau mediasi kang,” katanya.
Maman tidak banyak memberikan keterangan terhadap awak media, karena ia tengah dalam perjalanan ke Mapolsek Luragug.
“Kang maaf ini mau parkir dan sudah di Polsek Luragung, “sinkat dia.
Sementara berdasarkan keterangan Babinsa Koramil 1597/Luragung, yakni Serda Abdul Latif melaporkan dari saksi warga Desa Cikeusal yang diketahui bernama Asep dan Toni sebagai berikut.
“Untuk kronologis kejadian, sewaktu dini hari tadi. Ada perangkat Desa Cikeusal melapor telah terjadi pengrusakan rumah warga desa Cikeusal oleh anak- anak muda Desa Mulyajaya yang tidak di ketahui penyebabnya,” ujar Serda Abdul Latif.
Menurut keterangan saksi, ulas Serda Abdul Latif, kejadian berawal dari segerombolan pemuda Desa Mulyajaya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor masuk Desa Cikeusal.
“Kemudian Setibanya dipenghujung Desa Cikeusal segerombolan pemuda tersebut secara spontan tanpa sebab melakukan pelemparan batu ke arah rumah-rumah milik warga Desa Cikeusal.
Sehingga mengakibatkan genteng,jendela kaca rumah pecah,” katanya.
Akibat Kejadian itu tidak ada korban jiwa namun kerugian materil itu terdapat genteng pecah 153 buah, kaca jendela riben pecah 4 buah, kaca jendela biasa pecah 3 buah, asbes pecah 7 lembar.
Sekedar informasi, Menerima kabar warga desa berbeda terlibat bentrok usai waktu pergantian malam tahun baru 2021, mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan H Acep Purnama.
“Iya info sudah masuk dan sekarang lagi lakukan mediasi di Polsek Luragung,” ujar Bupati Acep saat dihubungi selulernya, Jum’at (1/01/2021).
Menurutnya, kedua warga desa diakui sering mendapat ketidakpahaman satu sama lain. Sehingga percikan muncul mengakibat kerusakan rumah warga dan fasilitas umum terjadi.
“Iya itu hal kecil dan kita langsung bereskan kedua warga dari beda desa tersebut,” katanya.
Diketahui sebelumnya, buntut kerugian atas perusakan rumah warga dan fasiltas umum di Desa Cikeusal, Kecamatan Cimahi langsung ditanggapi orang nomor satu di Desa Cikeusal.
Mulya Sidiq sekaligus Kades Cikeusal ini berharap penegak hokum segera melakukan proses hokum terhadap pelaku pengrusakan tersebut.
“Kami minta Pak Polisi segera proses pelaku pengrusakan rumah warga kami dan fasilitas umum di desa kami,” ungkap Mulya Sisiq saat dihubungi tadi, Jum’at (1/01/2021).
Siap pengharapan ini, kata dia, tentu sebagai pemberian efek jera terhadap pelaku siapapun yang dianggap merugikan lingkungan warga.
“Iya, tindakan pelaku pengrusakan itu sudah termasuk melakukan pelanggaran berdasarkan pasal 406 dan 407 tentang perusakan di KUHP (Kitab Undang – undang Hukum Pidana),” kata Mulya Sidiq lagi.
Alasan pelaporan terhadap pelaku perusakan tesebut, kata SIdiq, karena jelas pelaku dari tetangga desa itu tidak banyak.
“Dan sebagai provokatornya juga sudah kami paham betul siapa dia? Pelaku dipelajari saat usai lakukan perusakan itu biasanya kambur ke Jakarta dan ini yang membuat greget warga kami.
Dengan demikian, warga kami tetap tidak terpancing emosi untuk melakukan pembalasan terhadap mereka,” katanya.
Mengenai lima rumah warga yang rusak, kata Mulya Sidiq kontan menyangkal dengan jumlah tersebut.
“Bukan lima,tapi ada sekitar 16 rumah dan satu pos kamling yang dirusak warga desa tetangga,” kata Sidiq seraya mengaku dalam perjalan menuju Polsek Luragung untuk melakukan pelaporan.