Breaking News:

Jalan Penghubung Ciwaru-Cilebak Terancam Longsor, 45 Rumah di Cilayung Kuningan Berpotensi Terdampak

Jalan penghubung Ciwaru – Cilebak yang terletak di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru Kuningan terancam longsor.

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Jalur Kuningan Selatan di Desa Cilayung,Kecamatan Ciwaru alami pergerakan tanah dan terlihat amblas 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Jalan penghubung Ciwaru-Cilebak yang terletak di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru Kuningan terancam longsor.

Ancaman longsor itu pun terjadi pada sejumlah rumah warga di desa setempat.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Danta Hidayat saat memberikan keterangan kepada wartawan melalui sambungan selulernya, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Pak Ecet 5 Bulan Mengasuh Bayi Lina Tanpa Dibayar, Pengasuh Geram Diperlakukan Teddy Begini

Ancaman longsor terjadi di bahu jalan diketahui sejak dua hari kemarin saat turun hujan.

Kawasan jalur Kuningan Selatan kini diketahui sudah dipasang garis polisi dan sejumlah warga pun larut lakukan pengawasan di jalur tersebut.

“Iya ada warga kami yang jaga di pos sekitaran bahu jalan yang mengalami perubahan tanah tersebut,” katanya.

Sebab, kata Danta, pergerakan tanah di bahu jalan penghubung itu di duga kuat akibat kendaraan bertonase yang biasa melintasi jalan tersebut.

Baca juga: Asyik, Indramayu Punya Objek Wisata Baru, Air Terjun Buatan Bojongsari Telah Diresmikan

Baca juga: Gejala Terinfeksi Varian Baru Virus Corona, Diare Hingga Ruam Kulit, Ini Peringatan WHO

“Jalan ini memang sering kendaraan besar mengangkut beban berat, seperti dum truk membawa pasir dan truk pengangkut kayu,” katanya.

Menyinggung soal warga di pos penjagaan, kata dia, ini dilakukan untuk memberikan peringatan terhadap pengendaran bermuatan besar, agar bisa menghindari jalur tersebut.

“Kalau memang dipaksakan lewat, muatan dari kendaraan itu harus dikurangi dan kendaraan saat lewat itu diarahkan ke lebih tepi bahu jalan tersebut,” katanya.

Orang nomor satu di desa setempat itu mengungkapkan bentuk antisipasi terhadap ancaman matrial longsor bila terjadi.

“Ini akan menimpa sebanyak 45 rumah warga di RT 2 dan 3,” ujarnya.

Kemudian untuk masing – masing penghuni rumah tersebut, kata dia, pemerintah desa bareng dengan Petugas Polsek dan Koramil pun lakukan sosialisasi serta antisipasi dari ancaman bahaya bencana alam bila terjadi.

“Antisipasinya, kepada warga untuk melakukan pengungsian sementara di rumah saudaranya di bagai Utara dan Barat dari lokasi ancaman bila terjadi longsor tersebut,” ungkap Kades seraya menyebutkan bahwa untuk jumlah Kepala Keluarga di Desanya itu ada sebanyak 640 (Kepala Keluarga). (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved