Breaking News:

Masyarakat Masih Abai Terhadap Protokol Kesehatan, Angka Penularan Covid-19 di Bandung Masih Tinggi 

Berbagai upaya, kata Ema, sudah dilakukan Pemerintah Kota Bandung, mulai dari mengurangi jam operasional dan kapasitas sektor yang sudah berikan relak

Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/TIAH SM
KETUA Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna 
mengakui angka penularan Covid-19 masih tinggi

Berdasarkan laman pusat informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, angka positif kumulatif hingga Senin 21 Desember 2020 mencapai 5.131 orang, sembuh 4.221 orang, meninggal 152 orang dan angka positif aktifnya mencapai 758 orang.

Jumlah pasien terkonfirmasi positif perhari kemarin mencapai 52 orang, tidak sebanding dengan angka kesembuhan yang hanya dua orang dan meninggal lima orang.

Baca juga: INI Daftar Harta Kekayaan Menteri-menteri Baru Jokowi: Sandiaga Uno Paling Tajir

Baca juga: Konsumsi Bawang Merah Sebelum Tidur Khasiatnya Tak Terduga, Gairah Seksual Akan Meningkat

Baca juga: Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso Dapat Jabatan Baru, Kini Jadi Wakapolres Metro Jakbar

"Ya, karena angka transmisi kita terus naik, kemudian bad okupansi rate ini meningkat, kemarin sudah di angka 90,7 persen," ujar Ema, di Jalan Citarum, Kota Bandung, Selasa (21/12/2020). 

Berbagai upaya, kata Ema, sudah dilakukan Pemerintah Kota Bandung, mulai dari mengurangi jam operasional dan kapasitas sektor yang sudah berikan relaksasi atau izin operasional hingga mewajibkan wisawatan membawa surat negatif rapid test antigen saat libur natal dan tahun baru. 

Dalam mengurangi penularan virus corona ini, kata Ema, perlu kerja sama dengan masyarakat. Minimal, kata dia, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Mungkin faktor kedisiplinan masyarakat juga yang menurut saya menurun, orang mulai abai, itu yang kita khawatirkan. Kita laksanakan saja protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan level kewaspadaan dizona merah," katanya. 

Tak hanya itu, Ema pun meminta pengusaha lebih disiplin dalam menaati Perwal. Sudah ada beberapa mini market yang disegel karena melanggar jam operasional. 

"Harus sadar pengusahanya. Monitoring itu akan terus dimasifkan," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved