Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Bupati Kuningan Keluarkan Surat Edaran Minta Warga Waspada Ancaman Fenomena La Nina

Selain itu, kata dia, siaga dan selalu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan (La Nina).

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
tangkapan layar YouTube
Motor dan Dongdangan tukang mi gulung terbawa longso rsaat hujan mengguyur di Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Senin (14/12/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Warga Kabupaten Kuningan dihimbau terhadap ancaman bencana alam yang disebabkan fenomena La Nina.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu, berdasarkan surat edaran Nomor 360/2453/BPBD Kuningan tentang waspada dan antisipasi terhadap ancaman bencana alam akibat cuaca La Nina.

Indra mengatakan bahwa berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan awal musim hujan La Nina di Kabupaten Kuningan adalah di bulan November-Desember dan diprediksi akan terus meningkat intensitas terutama sampai pada bulan April 2021.

"Sehubungan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dan meminimalisir risiko bencana di musim penghujan," ujar Indra, Senin (21/12/2020).

Bayu Indra menuturkan potensi bencana di Kuningan di antaranya tanah longsor atau pergerakan tanah dan banjir.

"Ini dipandang perlu melakukan langkah-langkah antisipasi, antara lain, membentuk posko kesiapsiagaan di desa rawan bencana dan melakukan pemantuan secara cermat dan berkelanjutan. Hal itu untuk mengetahui situasi terkini (real time) terhadap perkembangan informasi peringatan dini cuaca La Nina selama musim penghujan," ungkapanya.

Selain itu, kata dia, siaga dan selalu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan (La Nina).

"Dengan melakukan identiflikasi dan kajian lapangan terhadap daerah-daerah yang mengalami kerentanan tinggi bencana dengan melakukan upaya pencegahan," katanya.

Kemudian, lanjut dia, melakukan kegiatan pembersihan lingkungan baik saluran drainase pemukiman.

"Aliran sungai seperti bersih bersih sungai dari sampah yang menghalangi gerak air dari hulu ke hilir serta memangkas cabang dahan atau pohon yang rawan tumbang," ungkapnya.

Baca juga: Pesta Pernikahan Berubah Shalat Jenazah, Ayah Pengantin Wanita Meninggal di Hari Pernikahan

Baca juga: Download Lagu Sholawat Innal Habibal Musthofa Versi Ai Khodijah, Lengkap Lirik Lagu & Terjemahannya

Apabila ada retakan tanah agar segera melakukan upaya penutupan sebelum berisiko terjadi tanah longsor.

"Kemusian aktifkan potensi sumber daya manusia, dan peran aktif masyarakat
melakukan meningkatkan budaya kearifan lokal untuk mengantisipasi terhadap potensi bencana Hidrometeorologi," katanya.

Selain itu, kata dia melakukan pemetaan alias maping seta deteksi dini terhadap potensi ancaman, risiko dan kerentanan bencana untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang paling aman apabila situasi darurat terjadi.

"Melakukan perbaikan jaringan pipanisasi dan rehabilitasi di sekitar kawasan
embung atau waduk untuk menjaga kelestarian alam dengan melakukan reboisasi sebagai bentuk kesiapsiagaan menyimpan air hujan yang sewaktu waktu
dapat dipergunakan pada tanggap darurat musim kemarau," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved