Breaking News:

Pelaksanaan New Normal

Ingat, Biaya Rapid Test Antigen Maksimal Rp 250 Ribu, Rumah Sakit dan Klinik Wajib Ikuti Batas Tarif

Semua fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen, wajib mengikuti aturan yang ditetapkan.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
(Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus corona. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah meminta warga yang keluar kota menggunakan fasiitas transportasi umum harus menyertakan surat hasil rapid test antigen.

Keputusan ini bagi sebagian orang dianggap memberatkan meski disatu sisi mendukung untuk mecegah penyebaran Covid-19.

Keberatan sebagian warga karena biaya rapid test antigen yang dinilai cukup mahal.

Dikutip dari Kompas.Com, Pemerintah menetapkan batasan tarif tertinggi rapid test antigen berbasis metode usap (swab).

Sekretaris Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya menegaskan bahwa semua fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen, wajib mengikuti aturan yang ditetapkan.

"Rumah sakit dan klinik swasta harus mengikuti kebijakan ini. Sekali lagi saya tegaskan harus mengikuti kebijakan ini," kata Azhar dalam konferensi pers, Jumat (18/12/2020).

Dengan adanya penetapan kebijakan tersebut, maka Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya.

Azhar mengimbau, agar rumah sakit dan klinik swasta yang masih mematok harga tinggi rapid test antigen, segera menurunkan tarif.

Adapun pemerintah telah menetapkan batas tarif tertinggi untuk biaya rapid test antigen yaitu Rp 250.000 di Pulau Jawa, dan Rp 275.000 di luar Pulau Jawa.

Hal ini diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/1/4611/2020 Tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved