Temuan Diduga Candi di Indramayu Bakal Jadi Temuan Besar, Pemkab Berharap Jadi Objek Wisata Baru
Pemerintah daerah pun berinisiatif untuk menjadikan temuan itu sebagai tempat pariwisata yang dapat menarik dikunjungi banyak wisatawan.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Temuan objek diduga cagar budaya (ODCB) berupa candi di Kabupaten Indramayu bakal menjadi temuan besar.
Pemerintah daerah pun berinisiatif untuk menjadikan temuan itu sebagai tempat pariwisata yang dapat menarik dikunjungi banyak wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu, Carsim mengatakan, sehinga ke kedepan bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, termasuk menambah pemasukan kas daerah.
"Kami memberi apresiasi yang tinggi untuk seluruh tim yanbg terlibat proyek ekskavasi tersebut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (18/12/2020).
Baca juga: Ekskavasi di Lokasi Dugaan Candi di Indramayu Berlanjut Tahun Depan, Bukti-bukti Bermunculan
Baca juga: Peneliti Minta Masyarakat Tak Merusak Lokasi Temuan Diduga Candi di Indramayu karena Hal Ini
Masih disampaikan Carsim, pemerintah daerah siap memfasilitasi agar ekskavasi atau penelitian terhadap dugaan candi itu bisa terungkap secara lengkap.
Kendati demikian, pemerintah masih menunggu laporan hasil ekskavasi dan rekomendasi dari tim gabungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten.
Salinan laporan itu nantinya akan ditindaklanjuti untuk mengambil langkah selanjutnya dalam upaya penyelamatan situs.
"Dasarnya nanti rekomendasi BPCB seperti apa. Itu (rekomenadasi) akan dijadikan rujukan bagi pemkab untuk mengambil langkah berikutnya," ucap dia.
BPCB Banten sendiri sebelumnya sudah melakukan ekskavasi mulai tanggal 2-11 Desember 2020.
Hasilnya, tim menemukan banyak temuan yang menjadi bukti kuat peradaban Hindu-Budha di Kabupaten Indramayu.
Mulai dari ditemukannya sebanyak 21 susunan lapisan bata merah, sudut bangunan yang diduga candi, lantai bangunan, fragmen atau pecahan stupa yang berbahan bata merah, dan masih banyak lagi.
Temuan itu memiliki kesamaan dengan situs Batujaya di Karawang dan situs Muaro Jambi di Jambi.
Adapun lokasi dugaan candi itu diketahui berada di Blok Dingkel, Desa Kertasemaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Di sana terdapat batu bata kuno dengan panjang 35 centimeter, lebar 20 centimeter dan tebal 8-10 centimeter.
Baca juga: Artis TA Disikat Polisi, 3 Orang Tersangka, Tawarkan Cewek Bertarif Puluhan Juta Rupiah Sekali Main
Baca juga: Duh, Syarat Rapid Test Antigen Masuk Jakarta Bikin Bingung Orang Bandung yang Bolak-balik ke Jakarta