Spanduk Liar Berisi Penolakan Penataan Pasar Mambo Muncul di Majalengka, Diduga Dilakukan Oknum PKL
Penolakan itu diduga berhubungan dengan adanya revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON,COM, MAJALENGKA - Spanduk liar berisi kalimat penolakan bernada provokasi muncul di Kabupaten Majalengka tepatnya di Perempatan Pasar Mambo di Kelurahan Majalengka Wetan, Jumat (18/12/2020).
Penolakan itu diduga berhubungan dengan adanya revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Penataan itu membuatPedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di area tersebut merasa terganggu.
Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, kalimat penolakan itu ditempel sebuah pagar pas di perempatan berjumlah empat buah banner.
Baca juga: Detik-detik Sebelum Soeharto Wafat, Sempat Tunaikan Shalat Tahajud, lalu Bilang Mau Menyusul Tien
Baca juga: Matanya Tak Bisa Melihat, Kang Aris Nekat ke Kota Bandung Jualan Gurilem, Dapat Bantuan Dedi Mulyadi
Baca juga: Pria Asal Indramayu Ini Sengaja Gelar Lapak Buku Gratis di Taman, Berharap Banyak Orang Membaca Buku
"Pakan Kau Tebang Tanpa Anarkis" tertulis banner paling besar.
"#save Mambo"
"Pemprov Setan Tanah"
"Ibu Bersolek, Masyarakat Sengsara"
Salah satu pedagang di area tersebut, Nana (46) mengatakan sejak pukul 09.00 WIB dirinya sudah melihat empat banner yang ditempelkan sejajar itu.
Dirinya pun tidak mengetahui, siapa yang melakukan aksi penolakan berbau kalimat provokasi tersebut.
"Tidak tahu, saya ke sini sudah ada. Saya kan memang setiap hari mangkal di sini," ujar Nana, pedagang siomay di area tersebut, Jumat (18/12/2020).
Pedagang lainnya yang buka dari pukul 06.00 WIB, Nenti (42) mengaku dirinya juga tidak mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut.
Pasalnya, saat malam hari aksi vandalisme itu belum terpampang di salah satu sudut Perempatan Mambo.
"Sama saya juga tidak tahu, saya saja yang dari pukul 06.00 WIB sudah di sini, sudah ada banner itu," ucapnya.
Sementara, aksi vandalisme itu mengundang petugas gabungan dari Satpol PP, kepolisian sektor Majalengka Kota serta Pemerintah Kecamatan Majalengka Kota untuk terjun langsung ke lapangan.
Mereka langsung mensterilkan area itu dan sedang mendalami siapa dalang dari perbuatan yang meresahkan masyarakat tersebut.