Breaking News:

Air Sungai Meluap Rendam Sejumlah Desa di Indramayu, Tanggul Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terendam

Keadaan serupa juga menimpa areal sawah di 6 Desa di Kecamatan Losarang, yakni di Desa Pegagan, Puntang, Krimun, Muntur, Losarang, dan Santing.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Foto istimewa
Banjir saat menerjang permukiman di Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Bencana banjir menerjang permukiman warga di beberapa desa di Kabupaten Indramayu, Rabu (16/12/2020).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dodi Dwi Endrayadi mengatakan, seperti yang terjadi di Desa Bunder, Kecamatan Widasari.

Akibat meluapnya Kali Asin, sebanyak 9 halaman rumah warga dan 250 hektare sawah di desa setempat terendam banjir.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 17 Desember 2020, Virgo Masalah Kesehatan, Sagitarius Sangat Emosi

Baca juga: Alhamdulilah, Hari ke-10 PSBM Tahap 2 di Majalengka Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19

Baca juga: Ade-Cecep Jungkalkan Hasil Quick Count, Berhasil Menangi Pilkada Kabupaten Tasik Berdasar Rekap KPU

"Ketinggian air 15-30 centimeter," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler.

Dodi Dwi Endrayadi mengatakan, BPBD Kabupaten Indramayu juga mendapat laporan adanya tanggul kali pembuangan di Desa Jambak, Kecamatan Cikedung jebol.

Ada sebanyak 4 titik tanggul yang jebol sepanjang 6 meter.

Sehingga menyebabkan, 500 hektare areal sawah warga terendam banjir, 100 hektare sawah yang sudah ditanami padi, dan 26 hektare sawah yang tertanam benih.

Keadaan serupa juga menimpa areal sawah di 6 Desa di Kecamatan Losarang, yakni di Desa Pegagan, Puntang, Krimun, Muntur, Losarang, dan Santing.

Persemaian para petani untuk memulai masa tanam pun rusak terendam.

"Terendam air dikarenakan tanggul Sungai Saradan Congger meluap akibat kiriman air dari hulu Sungai Congger di Desa Kendayakan," ucapnya.

Termasuk areal persawahan di Desa Manggungan Kecamatan Terisi dan sekitarnya.

Masih disampaikan, Dodi Dwi Endrayadi, terendamnya permukiman warga yang terendam banjir juga terjadi di Desa Tempel, Kecamatan Lelea yang diakibatkan oleh luapan air dari Sungai pembuangan Cibuaya.

Di sana, sebanyak 4 rumah warga yang berada di pinggir sawah terendam air sampai ketinggian 20 centimeter.

"Untuk sementara warga yang terkena dampak masih tinggal di rumah masing-masing, situasi dan kondisi masih aman terkendali," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved