Breaking News:

Longsor Timbun Akses Desa Padahurip

2 Pohon Besar Tumbang Saat Longsor Padahurip, Petugas BPBD Standby Sosialisasi Keselamatan Warga

longsor tersebut mengakibatkan material tanah longsor bercampur dengan pepohonan yang ada di lokasi menimbun dan menutupi badan jalan

Tangkapan layar Video
Longsor kembali terjadi di wilayah Kuningan selatan, persis di Blok Jahura, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Selasa (15/12/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Dua pohon besar tumbang saat longsor terjadi di waktu hujan deras  selama 3 jam pada Selasa (15/12/2020) sore.

“Selain tebing longsor, ada dua batang pohon yang tumbang di sekitar Jalan Raya di Blok Jahura Kebon Kopi RT 06 RW 02 Desa Padahurip Kecamatan Selajambe,” ungkap Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu kepada wartawan melalui sambungan selulernya.

Indra mengatakan,  selain dilakukan pemasangan Police Line sebagai penanganan sementara, pihaknya  menyosialisasikan keselamatan warga di tengah cuaca saat ini terjadi.

Baca juga: AC Milan Mau Coba Peruntungan Datangkan Erling Haaland, Mau Menawari Dortmund Rafael Leao

Baca juga: Theo Hernandez Mau Seumur Hidup Berseragam AC Milan, Katanya Sih Sudah Terlanjur Cinta Banget

Baca juga: 6 Jam Diperiksa Polisi Soal Kerumunan Habib Rizieq Shihab, Bupati Bogor Disodori Lebih 10 Pertanyaan

Sementara itu, Camat Selajambe, Agus Sumedi, dalam laporannya menyebutkan longsor tersebut mengakibatkan material tanah longsor bercampur dengan pepohonan yang ada di lokasi menimbun dan menutupi badan jalan sepanjang 100 meter dengan tinggi timbunan 1,5 meter.

"Untuk sementara akses jalan tertutup total, juga perlu dilakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan alat berat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kawasan Longsor terjadi di Blok jahura sekitar Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe mendapat perhatian petugas kepolisian sektor setempat.

“Lokasi sekitar zona longsor kami pasang police line, dengan tujuan untuk membuat warga tidak melakukan aktivitas di sekitar tersebut,” kata Kapolsek Selajambe, IPTU Topik Muharjo saat menyampaikan kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).

Alasan lain dilakukan pemasangan police line, kata dia, ini akibatnya muncul gerakan tanah dan berpotensi terhadap longsor susulan.

“Zona longsor tanahnya ada potensi gerakan dan hingga sekarang masih aktif,” kata Topik yang sama di lokasi bencana.

Penjagaan di lokasi sekitar longsor, kata dia, ini sekaligus mencegah warga atau pengendara  yang biasa lewat.

“Kami tutup jalur tersebut, sebab ini sangat membahayakan dan apalagi sekarang, curah hujan belum juga reda,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved