Polisi Dalami Kasus Robohnya Menara 100 Meter Masjid Islamic Center Indramayu, Panggil Saksi-Saksi
di lokasi kejadian kini sudah dipasang police line agar tidak ada masyarakat yang mendekat.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jajaran Satreskrim Polres Indramayu masih mendalami peristiwa robohnya menara di Masjid Islamic Center Indramayu.
Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang melelalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara pun membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Namun saat ini dari pihak kepolisian atas perintah pak Kapolres kami masih mendalami atas peristiwa tersebut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (7/12/2020).
Kepada awak media, AKP Luthfi Olot Gigantara belum bisa menduga-duga soal kejadian yang mengakibatkan menara setinggi 100 meter itu roboh.
Sebagai tindak lanjut, ia menyampaikan akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
"Nanti akan kami sampaikan juga hasilnya kepada rekan-rekan," ujarnya.
AKP Luthfi Olot Gigantara menambahkan, di lokasi kejadian kini sudah dipasang police line agar tidak ada masyarakat yang mendekat.
Hal ini guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Mengingat, kondisi menara yang baru saja roboh serta cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kabupaten Indramayu.
"Selanjutnya kami masih dalami atas peristiwa tersebut dan ada sisa-sisa serpihan bangunan yang kami bawa untuk didalami lebih lanjut," ujar dia.
Baca juga: Serang Polisi, Enam Pengikut Habib Rizieq Shihab Tewas Ditembak Polisi di Jalan Tol Cikampek
Baca juga: FPI: Habib Rizieq Shihab Dihadang Preman OTK Saat Mau ke Pengajian Subuh, 6 Laskar Hilang Diculik
Baca juga: Polisi & FPI Sama-sama Klaim Anggotanya Diserang di Jalan Tol Tadi Subuh, Sama-sama Rilis Keterangan
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu dari empat menara di Masjid Islamic Center Indramayu itu roboh pada Minggu (6/12/2020).
Robohnya menara yang berada di bagian belakang sisi selatan masjid yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu itu terjadi seusai Salat Dzuhur, tepatnya saat jamaah tengah melakukan wirid pada pukul 12.10 WIB.
Menurut keterangan saksi mata sekaligus pengurus masjid, Muzaki (22), robohnya menara disebabkan oleh terjangan angin kencang disertai hujan deras.
Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, satu unit mobil milik anggota polisi sekaligus jamaah masjid setempat ringsek usai tertimpa reruntuhan.
"Roboh menimpa mobil 1, gak ada korban, waktu itu lagi gak ada orang, mobilnya punya anggota polisi yang suka berjamaah di sini," ujar dia.

Dikutip dari Bappeda Provinsi Jabar, Masjid Islamic Center Indramayu secara keseluruhan memiliki area lahan seluas 12 hektare.
Masjid bergaya timur tengah itu mulai dibangun pada tahun 2015 dan diresmikan pada tahun 2018 lalu.
Bangunan masjid termegah di Kabupaten Indramayu ini juga dilengkapi dengan 4 buah menara yang menjulang setinggi 100 meter di keempat sudutnya.
Walau baru berusia 2 tahun, namun salah satu menaranya justru roboh.
Padahal anggaran untuk pembangunan Islamic Center Indramayu ini menghabiskan dana mencapai Rp 122 miliar. Yakni, bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat dan APBD Kabupaten Indramayu.