IGD RSUD Arjawinangun Dilockdown
Ini Komentar Kepala Dinkes Cirebon Setelah 5 Nakes Dinyatakan Positif Covid-19
warga Kabupaten Cirebon harus membantu nakes hanya dengan mematuhi protokol kesehatan kapanpun dan di manapun.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Lima tenaga kesehatan (nakes) IGD RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, terpapar Covid-19.
Karenanya, pelayanan IGD RSUD Arjawinangun ditutup sementara sejak Kamis (3/12/2020).
"Di sini pentingnya peran serta masyarakat, harus disiplin menerapkan 3M," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, kepada Tribuncirebon.com, Jumat (4/12/2020).
Ia mengatakan, 3M atau protokol kesehatan harus diterapkan setiap saat agar penyebaran kasus Covid-19 dapat ditekan.

Mengingat tanggung jawab nakes untuk menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 juga cukup berat.
Karenanya, warga Kabupaten Cirebon harus membantu nakes hanya dengan mematuhi protokol kesehatan kapanpun dan di manapun.
"Selalu pakai masker saat keluar rumah, dan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir serta sabun antiseptik," ujar Enny Suhaeni.
Enny juga mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga jarak dengan orang sekitar dan menghindari kerumunan.
Menurut dia, cara-cara tersebut merupakan upaya termudah dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan membantu para nakes.
Penutupan sementara IGD RSUD Arjawinangun sendiri berlangsung hingga (5/12/2020) dan akan dibuka kembali pada Minggu (6/12/2020).
"Ada lima nakes lainnya yang masih menunggu hasil swab test, dan kami berharap, mudah-mudahan mereka negatif (Covid-19)," kata Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi.
Palayanan Dilaihkan ke Rumah Sakit Lain
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, mengatakan, selama penutupan sementara pelayanan IGD RSUD Arjawinangun akan dialihkan ke rumah sakit lainnya.
Pihaknya juga telah mangantongi izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon perihal penutupan sementara tersebut.
Baca juga: 5 Nakes RSUD Arjawinangun Cirebon Alami Gejala Sesak Nafas hingga Harus Dirawat Intensif
Baca juga: Habib Rizieq Shihab Bakal Diperiksa Polda Jabar Pada 10 Desember 2020, Diminta Tak Membawa Massa
"Jika ada kasus darurat maka akan dialihkan ke rumah sakit lain, karena kami steril dulu," ujar Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Jumat (4/12/2020).
Ia mengatakan, hal itupun telah dikoordinasikan dengan pemerintah desa, kecamatan, dan puskesmas sekitar RSUD Arjawinangun.
Bambang menyampaikan, penutupan sementara IGD RSUD Arjawinangun berlangsung hingga Sabtu (5/12/2020).
Selanjutnya pelayanan IGD bakal dibuka kembali mulai Minggu (6/12/2020) dan memperketat protokol kesehatan.
"Tentunya protokol kesehatan akan diperketat lagi, karena kejadian ini menjadi pembelajaran berharga," kata Bambang Sumardi.
Bambang mengakui terdapat lima nakes lainnya yang hingga kini masih menunggu hasil swab test.
Diharapkan, hasil swab test lima nakes yang juga bertugas di IGD RS Arjawinangun itu negatif Covid-19.
Dirawat Intensif karena Bergejala
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, mengatakan, kondisi mereka masih dipantau secara intensif.
Bahkan, menurut dia, lima nakes tersebut tengah dirawat
di ruang isolasi RSUD Arjawinangun.
Baca juga: Masih Ada 5 Nakes RSUD Arjawinangun yang Menunggu Hasil Swab Test Setelah 5 Nakes Positif Covid-19
Baca juga: Harga iPhone Terbaru dan Terlengkap Desember 2020, iPhone 12, iPhone 11, iPhone SE, iPhone 8 dan 7
"Mereka termasuk pasien bergejala, sehingga harus menjalani perawatan di ruang isolasi," kata Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Jumat (4/12/2020).
Ia mengatakan, rata-rata gejala yang dialami para nakes yang bertugas di IGD itu ialah sesak nafas.
Namun, pihaknya memastikan kondisi mereka stabil dan dipantau secara intensif setiap perkembangannya.
Pihaknya pun telah menutup sementara pelayanan IGD RSUD Arjawinangun sejak Kamis (3/12/2020).
"Ada lima nakes lainnya yang bertugas di IGD juga masih menunggu hasil swab testnya," ujar Bambang Sumardi.
Pihaknya berharap, hasil swab test lima nakes tersebut dinyatakan negatif Covid-19.
Pelayanan IGD RSUD Arjawinangun bakal ditutup hingga Sabtu (5/12/2020) dan dibuka kembali pada Minggu (6/12/2020).
5 Nakes Lainnya Masih Nunggu Hasil Swab
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, menyebut masih ada lima nakes lainnya yang menunggu hasil swab test.
Baca juga: IGD RSUD Arjawinangun Cirebon akan Kembali Dibuka Mulai Lusa setelah Dilockdown Sementara
Baca juga: Kata-kata Terakhir Soeharto Sebelum Benny Moerdani Meninggal Dunia, Penyesalan yang Datang Terlambat
Menurut dia, mereka merupakan petugas IGD seperti lima orang lainnya yang telah terkonfirmasi positif Covid-19.
"Ada lima petugas lagi yang hasil swab testnya belum keluar," kata Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Jumat (4/12/2020).
Ia memastikan lima nakes yang masih menunggu hasil swab test telah diedukasi agar meminimalisir kontak dengan orang sekitarnya.
Bambang berharap, hasil swab kelima nakes tersebut dinyatakan negatif Covid-19.
"Kami masih menunggu hasilnya, dan mudah-mudahan negatif," kata Bambang Sumardi.
Ia mengatakan, pelayanan IGD RSUD Arjawinangun bakal dibuka kembali mulai Minggu (6/12/2020).
Penutupan sementara itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Dibuka Kembali Lusa
Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, ditutup sementara.
Penutupan sementara itu dikarenakan adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19.
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, mengatakan, pelayanan IGD ditutup sejak Kamis (3/12/2020).
"Ada nakes yang positif (Covid-19), sehingga kami memutuskan untuk menutup sementara pelayanan IGD," ujar Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Jumat (5/12/2020).
Baca juga: BREAKING NEWS - 5 Tenaga Kesehatan di RSUD Arjawinangun Positif Covid-19, IGD Langsung Dilockdown
Baca juga: Dear Papa Teddy, Putri Delina Sering Lho Belikan Susu dan Popok untuk Bintang, Sule heran pada Teddy
Ia mengatakan, rencananya penutupan sementara tersebut berlangsung hingga Sabtu (6/12/2020) besok.
Nantinya, pelayanan IGD RSUD Arjawinangun akan dibuka kembali pada Minggu (6/12/2020) lusa.
Bambang menyampaikan, totalnya ada lima nakes IGD yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"IGD akan beroperasi normal kembali mulai lusa nanti," kata Bambang Sumardi.
Saat ini, suasana IGD RSUD Arjawinangun tampak sepi dan tidak ada aktivitas.
Di bagian depan IGD itupun terlihat beberapa ranjang pasien yang berjejer.
Beberapa kertas bertuliskan "Maaf Pelayanan IGD Terganggu" dan "Lockdown" juga tampak terpasang di ranjang tersebut.
IGD Ditutup Sementara
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, ditutup sementara.
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, mengatakan, pentutupan sementara itu dikarenakan adanya petugas yang terpapar virus corona.
Menurut dia, hingga kini terdapat lima tenaga kesehatan (nakes) IGD RSUD Arjawinangun yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kami sedang berduka, ada lima petugas positif (Covid-19)," kata Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Jumat (4/12/2020).
Karenanya, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara pelayanan IGD RSUD Arjawinangun.
Ia mengatakan, rencananya penutupan sementara tersebut berlangsung hingga Sabtu (5/12/2020).
"Penutupan sementara IGD RSUD Arjawinangun bertujuan mencegah penyebaran Covid-19," ujar Bambang Sumardi.
Saat ini, suasana IGD RSUD Arjawinangun tampak sepi dan tidak ada aktivitas.
Di bagian depan IGD itupun terlihat beberapa ranjang pasien yang berjejer.
Beberapa kertas bertuliskan "Maaf Pelayanan IGD Terganggu" dan "Lock Down" juga tampak terpasang di ranjang tersebut.
Bupati Positif
Sebelumnya Bupati Cirebon Imron Rosyadi juga terkonfirmasi positif Covid-19.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test pada Selasa (1/12/2020).
Imron pun langsung menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (2/12/2020) untuk mengecek kondisi kesehatannya.
Direktur Utama RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, memastikan saat ini kondisi Imron secara umum telah membaik dibanding sebelumnya.
Pihaknya juga mengakui berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan kondisi fisik Imron tergolong bagus dan sehat.
"Kami dari tim medis mengizinkan Pak Bupati menjalani isolasi mandiri," ujar Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Kamis (3/12/2020).
Ia mengatakan, Imron akan menjalani isolasi mandiri di Pendopo Bupati Cirbon yang berada di Jalan Kartini, Kota Cirebon.
Isolasi mandiri tersebut dijalani Imron mulai hari ini di rumah dinasnya atau Pendopo Bupati Cirebon.
Bambang menyampaikan, Imron termasuk kategori kasus konfirmasi tanpa gejala.
Pasalnya, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu tidak mengalami sesak nafas, hilangnya indera penciuman, dan lainnya.
Bahkan, kata Bambang, Imron juga tidak lagi megalami demam seperti saat dilakukan swab test pada Selasa (1/12/2020) sore.
"Saat diswab test kemarin Pak Bupati lagi demam, suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celcius, tapi memang tidak terlalu tinggi," kata Bambang Sumardi.
Baca juga: Sule Murka Teddy Singgung Harta Warisan Lina Lagi: Mau Masuk Infotainmen, Kasian Biar Ada Kerjaan
Baca juga: Beli Rumah Rp 12 Miliar dan Ditinggal 3 Tahun, Pria Ini Dengar Suara Aneh, Temukan Sosok Misterius
Direktur Utama RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, menyebut kondisi kesehatan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, yang terkonfirmasi positif Covid-19 cukup bagus.
Bahkan, menurut dia, hasil rontgen toraks, rontgen dada, CT Scan, dan cek darah juga menunjukkan kondisi Imron bagus.
Ia menyampaikan, hasil uji klinis tersebut tidak menunjukkan adanya gejala-gejala tidak normal atau lainnya.
Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi yang Dipakai Ustaz Ujang Bustomi Mengusir Setan Engklek dan Setan Belek
Baca juga: Daftar Harga Hp iPhone Terlengkap Desember 2020: iPhone 12, iPhone SE, iPhone 7 Plus, iPhone 8 Plus
Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik Kamis 3 Desember 2020, Cek Daerah yang Terdampak Tak Dialiri Listrik
"Semuanya bagus, dan hasil uji laboratorium dari cek darah juga enggak ada masalah," kata Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Kamis (3/12/2020).
Bambang mengatakan, dari hasil pemeriksaan lanjutan terhadap Imron setelah dinyatakan positif Covid-19 hanya ditemukan kadar kolesterol yang cukup tinggi.
Selain itu, Bambang memastikan Imron tidak mempunyai riwayat penyakit penyerta atau commorbid.
Karenanya, pihaknya meminta Imron memerhatikan asupan makanannya untuk menurunkan kadar kolesterolnya.
"Memang kolesterol ini harus diturunkan, dan Pak Bupati juga tidak punya riwayat (penyakit) lain," ujar Bambang Sumardi.
Diberitakan sebelumnya, Imron dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test yang dilakukan pada Selasa (1/12/2020) sore.
Hasil swab test yang dilakukan tim dokter RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, itu keluar pada Selasa malam.
Selanjutnya Imron pun menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Arjawinangun untuk mengecek kondisi dan tingkat keterpaparan virusnya. (*)