IGD RSUD Arjawinangun Dilockdown

5 Nakes RSUD Arjawinangun Cirebon Alami Gejala Sesak Nafas hingga Harus Dirawat Intensif

Ia mengatakan, rata-rata gejala yang dialami para nakes yang bertugas di IGD itu ialah sesak nafas.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Pengendara sepeda motor melintas di depan pintu masuk IGD RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/12/2020). 

"IGD akan beroperasi normal kembali mulai lusa nanti," kata Bambang Sumardi.

Saat ini, suasana IGD RSUD Arjawinangun tampak sepi dan tidak ada aktivitas.

Di bagian depan IGD itupun terlihat beberapa ranjang pasien yang berjejer.

Beberapa kertas bertuliskan "Maaf Pelayanan IGD Terganggu" dan "Lockdown" juga tampak terpasang di ranjang tersebut.

IGD Ditutup Sementara

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, ditutup sementara.

Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, mengatakan, pentutupan sementara itu dikarenakan adanya petugas yang terpapar virus corona.

Menurut dia, hingga kini terdapat lima tenaga kesehatan (nakes) IGD RSUD Arjawinangun yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami sedang berduka, ada lima petugas positif (Covid-19)," kata Bambang Sumardi kepada Tribuncirebon.com, Jumat (4/12/2020).

Karenanya, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara pelayanan IGD RSUD Arjawinangun.

Ia mengatakan, rencananya penutupan sementara tersebut berlangsung hingga Sabtu (5/12/2020).

"Penutupan sementara IGD RSUD Arjawinangun bertujuan mencegah penyebaran Covid-19," ujar Bambang Sumardi.

Saat ini, suasana IGD RSUD Arjawinangun tampak sepi dan tidak ada aktivitas.

Di bagian depan IGD itupun terlihat beberapa ranjang pasien yang berjejer.

Beberapa kertas bertuliskan "Maaf Pelayanan IGD Terganggu" dan "Lock Down" juga tampak terpasang di ranjang tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved