Sholat Sunah

Bacaan Niat dan Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Sholat Dhuha merupakan satu di antara Sholat sunah yang mendapatkan banyak pahala.

Editor: Mumu Mujahidin
Ilustrasi pria melakukan salat
Ilustrasi: Tata cara sholat dhuha lengkap dengan bacaan niat dan doa setelah sholat dhuha 

TRIBUNCIREBON.COM - Bagi Anda yang rutin mengerjakan sholat sunah dhuha berikut panduan lengkap Sholat Dhuha.

Mulai dari bacaan niat sholat, doa setelah sholat dan tata cara sholat.

Sholat Dhuha merupakan satu di antara sholat sunah yang mendapatkan banyak pahala.

Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilakukan saat matahari naik hingga pukul 11 siang.

“Sholat Dhuha itu Sholat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

Dalam artian, jika dilaksanakan maka sejuta manfaat akan menanti bagi insan yang mengerjakan Sholat Dhuha tersebut.

Adapun waktu yang afdal untuk melaksanakan Sholat Dhuha yakni untuk melaksanakan Dhuha adalah Antara jam 08.00 - 11.00 Pagi.

Keutamaan, Manfaat, Rahasia Sholat Dhuha : Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.” HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah.

Baca juga: Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap dengan Waktu Terbaik Sholat Tahajud Menurut Ustaz Abdul Somad

Baca juga: Niat dan Doa Shalat Hajat Agar Permintaan Dikabulkan Allah SWT, Bisa Dikerjakan Kapan Saja

Panduan Mengerjakan Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha

Mengutip situs bersamadakwah,net, Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup.

Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat.

Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya Sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved