Breaking News:

King Kobra Mirip Garaga Milik Panji Petualang di Kuningan Diberi Nama Covid, Pawang Ungkap Hal Ini

Dalam perawatan si Covid, kata Rentul, ini biasa diberlakukan kepada sejumlah ular jenis lain.

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Rentul pawang ular di Kuningan miliki King Kobra Mirip Garaga Panji Petualang 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – King kobra mirip garage milik panji petualang yang berada di tangan Rinto alias Rentul sekaligus pawang ular di Desa Windujanten, Kecamatan kadugede, Kuningan kini diberi nama.
“Saya beri nama King kobra ini dengan panggilan Covid. Iya kalau Panji Petualang punya king kobra garaga, ya saya juga punya si covid,” kata Rentul saat ditemui dirumahnya, Minggu (1/11/2020).
Dalam perawatan si Covid, kata Rentul, ini biasa diberlakukan kepada sejumlah ular jenis lain.
“Seperti di mandikan, kasih pakan dan sering dimanja- manja, layaknya hewan peliharaan pada umumnya,” ujarnya.
Si Covid, kata Rentul, belakangan mulai melakukan adaptasi kebiasaan di lingkungan baru. “Kondisi itu terlihat lebih berbeda dengan awal dirawat. Perbedaan itu, saat memberikan pakan yang tidak langsung melahapnya,” ungkapnya.
Awal datang, imbuh Rentul, bobot sebesar 11 Kg dan dengan memiliki warga persis batik pada umumnya.
“Untuk sekarang – sekarang memang belum di timbang ulang.Tapi perawatan buat si covid tentu sama prioritas seperti pelayanan terhadap ular yang ada di sini,” katanya.
Lingkungan Kandang Ular Bau Melati
Rentul menjelaskan mengenai wangi melati dilingkungan kandang ular miliknya.
“Ini dilakukan memang senggaja dan untuk menghilangkan bau – bau yang dikeluarkan ular dan tempat kandanganya,” katanya.
Pasalnya, masih kata Rentul, ketika siapa pun yang merawat atau memelihara hewan, ototmatis akan menghasilkan bau yang disebabkan daripada hal tersebut.
“Sehingga dalam setiap waktu tertentu, sudah seharusnya kita (pemelihara,red) untuk rajin bersih – bersih kandang dan memberikan pola hidup sehat pada hewan itu sendiri,” katanya.
Perlakuan itu, kata dia, untuk menghindari potensi penyakit kandang yang biasa terjadi di lingkungan. “Ya kalau gak bersih, jadi sumber penyakit dan bisa menyerang lingkungan juga,” katanya.
Ternak Ular 
Menurutnya, ada sebanyak 6 telur ular yang tersimpan dalam kotak putih yang merupakan telur daripada ular pucuk atau ular hijau
Kegiatan penangkaran ala kadarnya memang dilakukan sengaja, "Sebagai edukasi dan perkembangbiakan ini akan dirilis ke habitatnya,” katanya.
Alasan itu, disebabkan dengan berkurang dan nyaris tidak banyak ditemukan ular di sejumlah habibat tertentu di daerah Kuningan. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved