Dikata-katai Kasar di Video Ade Londok, Anak 8 Tahun Asal Nagreg Sempat Murung dan Terpukul

RD merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, ketiga saudara yang laki-laki tinggal bersama neneknya di daerah Nagreg

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ade Londok saat promosikan odading Mang Oleh 

"Sekarang saya kasih hadiah hp baru," katanya.

Emil memberikan HP kepada Ade Londok.
Emil memberikan HP kepada Ade Londok. (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Ade pun terlihat senang. Ia langsung membuka kotak hadiah itu dan mengambil ponsel barunya.

Sambil berteriak, Ade Londok tak bisa menyembunyikan perasaan girangnya. Ia bersyukur dan mengucapkan terima kasih.

"Ya Allah hatur nuhun Pak Ridwan Kamil," katanya sambil berteriak mengacungkan kedua tangan ke atas.

Pada keterangan postingan videonya, Ade Londok pun menunjukkan rasa bangganya.

Ia juga berterima kasih kepada Ridwan Kamil karena telah diberi ponsel.

Gayanya Khas dan Lucu

Jajanan dari Kota Bandung, Odading Mang Oleh sedang viral di media sosial. Ternyata orang yang memviralkannya seorang pria bernama Ade Londok.

Hal ini diakui Soleh, pemilik Odading Mang Oleh dalam video wawancaranya dengan wartawan Tribunjabar.id.

Dalam video tersebut, Soleh berkomentar soal jajanan yang dijualnya sejak 1987 itu.

Ia mengaku, bisnis kulinernya viral berawal dari video yang dibuat Ade Londok di media sosial Instagram

Ternyata Ade Londok itu adalah teman dari anaknya Soleh.

"Di Instagram, gara-gara Ade. Ade Londok namanya, temen anak," katanya.

Video tersebut memang viral di media sosial. Ade Londok mempromosikan Odading Mang Oleh sesuai ciri khasnya.

Ia berbicara menggunakan bahasa Sunda yang kasar. Nada bicaranya tegas dan lantang

Namun, gaya bicaranya itu justru lucu dan bikin ngakak warganet di media sosial.

Ia menyebut menyantap Odading Mang Oleh rasanya seperti menjadi Iron Man.

Kata-kata lucunya inilah yang menarik perhatian dan menghibur warganet.

Dilihat dari akunnya @m.adelondok, ia memiliki pengikut yang banyak. Hingga artikel ini ditulis, Rabu (16/9/2020), akunnya memiliki 47 ribu followers.

Melalui Instagram, ia kerap me-review dan mempromosikan makanan.

Sama seperti video Odading Mang Oleh, ia menyampaikannya menggunakan gayanya yang khas dan lucu.

Selain aktif di Instagram, ia ternyata Youtuber juga. Pria itu memiliki channel Youtube yaitu Ade Londok Asli.

Channel Youtube-nya sudah aktif sejak 2011. Pada 2020 ini, ia konsisten mengunggah video-video singkatnya.

(Tribunjabar.id)

Lokasi dan Sejarah Odading Mang Oleh

Ya, sejak beberapa hari lalu, media sosial ramai membicarakan tentang odading Mang Oleh.

Bahkan orang nomor satu Jawa Barat pun Ridwan Kamil pun menulis dalam postingan akun instagramnya, bahwa setelah disuntik vaksin Covid-19 pada Senin (14/9/2020), saatnya membeli odading Mang Oleh.

Odading Mang Oleh sendiri dijual di gerobak PKL.

Letaknya di Jalan Baranang Siang, di sekitar Gedung Rumentang Siang, Kota Bandung.

Odading Mang Oleh yang bernama resmi Mang Sholeh ini sudah menjadi jajanan khas yang bisa didapat di sekitar Pasar Kosambi, sejak puluhan tahun lalu.

 VIDEO-Viral Odading Mang Oleh, Ade Londok pun Jadi Iron Man dan Ini Lho Lika-liku Harga Cuma Rp 1500

Odading Mang Oleh menjadi viral setelah beredar video endorse atau review dari seseorang yang berjuluk Ade Londok, di media sosial. Videonya beredar di Twitter sampai Instagram.

Suara yang berapi-api atau ngegas bahkan jadi tren kemudian digunakan dalam suara latar oleh para pengguna TikTok.

"Odading Mang Oleh, rasanya seperti anda menjadi Iron Man. Belilah odading Mang Oleh, didieu, karena kalau Anda teu ngadahar odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeung aing. Lain balad aing," kata Ade Londok dalam video yang beredar tersebut.

Penuturannya yang berapi-api dan terkesan lucu ini pun membuat orang yang menonton videonya jadi penasaran dengan odading Mang Oleh. Akhirnya, orang pun semakin banyak yang berdatangan membeli odading Mang Oleh.

Gerobak tempat odading Mang Oleh dijual di Jalan Baranang Siang.
Gerobak tempat odading Mang Oleh dijual di Jalan Baranang Siang. (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Tidak hanya ibu-ibu yang baru berbelanja dari Pasar Kosambi seperti biasanya, kini muda-mudi, pegawai kantoran, sampai wisatawan pun ngantre untuk membeli odading Mang Oleh.

Banyak di antaranya yang berselfie dengan latar gerobak Mang Oleh atau membuat konten video, untuk diposting di akun media sosial pribadinya.

Saat ditemui di tempat jualannya, Mang Oleh mengatakan sebelum video tersebut viral empat hari lalu, biasanya hanya membuat cakue dan odading dengan 25 kilogram tepung terigu.

 Setelah SuntIk Uji Vaksin,Ridwan Kamil; Saatnya Beli Odading Mang Oleh

Namun kini, bisa menghabiskan sampai 120 kilogram terigu seharinya.

Untuk menjaga protokol kesehatan tetap berjalan, katanya, ia menambah satu gerobak lagi supaya bisa dengan aman melayani pembeli, sekaligus untuk meningkatkan ruang produksinya.

"Saya sendiri sudah berjualan odading sejak 1987, terus tahun 90-an pindah ke lokasi sekarang. Dulu yang terkenalnya cakue, sekarang odading sama cakue sama-sama terkenal, sejak ada video viral itu dari Ade Londok," kata pria yang akrab disapa Mang Oleh ini, Selasa (15/9/2020).

Mang Oleh mengatakan selain terigu, bahan utama yang digunakan untuk membuat odadingnya adalah soda kue, mentega, ragi, gula, dan minyak.

Sedangkan untuk membuat cakue, gula diganti dengan garam.

"Saya berusaha mempertahankan resep dari dulu sampai sekarang. Kualitas bahan dan kesehatannya dijaga. Harga juga tidak naik sejak lima tahun lalu, Rp 1.500 satunya. Syukurlah sekarang jadi banyak yang datang," katanya.

Odading Mang Oleh di gerobak PKL di Jalan Baranang Siang di sekitar Gedung Rumentang Siang, Kota Bandung.
Odading Mang Oleh di gerobak PKL di Jalan Baranang Siang di sekitar Gedung Rumentang Siang, Kota Bandung. (muhamad syarif abdussalam/tribun jabar)

Seorang pembeli asal Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Hana Zainab (28), mengatakan dia dan keluarganya biasa membeli odading dan cakue Mang Oleh sejak bertahun-tahun lalu.

Biasanya dia membeli cakue dan odading ini setelah berbelanja di Pasar Kosambi.

"Jadi ramai ya ini karena viral. Saya kalau ke Kosambi memang sukanya beli ini. Rasa cakue sama odadingnya emang enak, apalagi cakuenya, pake sausnya. Rasanya enggak pernah berubah," kata Hana.

Hana mengatakan di sekitar Pasar Kosambi memang banyak jajanan enak, mulai dari kupat tahu, lontong padang, sampai kue balok.

Rasa makanan yang tidak berubah sejak dulu inilah, yang dinilainya menjadi penyebab para pelanggan selalu kembali membeli jajanan di sekitar Pasar Kosambi.

Warga Bogor yang juga membeli Odading Mang Oleh, Cecil (25), mengatakan ia sengaja membeli odading ini setelah melihat video dan review mengenai jajanan khas tersebut.

"Sudah dua hari di Bandung, tapi baru beli odading sekarang. Pas lihat ada video yang viral, saya cari lokasinya, ternyata enggak jauh dari hotel tempat saya nginep. Ya beli aja. Enak ya enggak pengar ini odadingnya. Cakuenya juga empuk," katanya.

Cecil mengatakan berbagai pihak memang sudah seharusnya memberi support kepada para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, termasuk para pedagang kecil.

Dengan membeli, katanya, sudah sangat berarti untuk membantu perekonomian mereka.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved