Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

PENGHASILAN Mang Casdim Sehari Cuma Dapat Duit Rp 20 Ribu, Itu pun Harus Angkut 5.000 Bata Merah

Saat berkeliling mengendarai sepeda motor di satu areal pesawahan menjelang matahari terbenam, anggota DPR RI Dedi Mulyadi

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Dedi Mulyadi dan Mang Casdim 

TRIBUNCIREBON.COM - Saat berkeliling mengendarai sepeda motor di satu areal pesawahan menjelang matahari terbenam, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemukan seorang pria melangkah gontai.

Tanpa alas kaki, pria yang belakangan diketahui bernama Mang Casdim itu tengah berjalan pulang menuju rumahnya.

Mang Casdim adalah kuli angkut bata merah. Dari tempat kerja ke rumahnya, ia harus berjalan kaki hingga 20 kilometer.

Dedi Mulyadi pun menghentikan langkah kaki Mang Casdim lalu mengajaknya berbicang.

Dalam perbincangan itu terungkap, Mang Casdim diberi upah atas dasar jumlah biji bata merah yang diangkutnya.

Satu biji bata merah yang diangkut dari tempat penampungan ke atas truk dihargai hanya Rp 4 rupiah. Ya hanya Rp 4 rupiah.

Dalam sehari dari pagi hingga sore hari, Mang Casdim rata-rata hanya membawa pulang uang Rp 20 ribu.

Uang Rp 20 ribu itu diperoleh jika Mang Casdim mampu mengangkut 5.000 biji bata merah ke atas truk.

Dedi Mulyadi pun sampai menghela napas panjang, saat mendengar untuk mendapatkan uang Rp 20 ribu, harus mengangkut 5.000 biji bata merah. Begitu kerasnya kehidupan.

Baca juga: Lionel Messi Diprovokasi oleh Pemain dan Pelatih Bolivia, Sempat Mengucapkan Kata Kasar Begini

Dedi Mulyadi dan Mang Casdim 2
Dedi Mulyadi dan Mang Casdim 2 (istimewa)

Karena ingin tahu tempat kerjanya seperti apa, Dedi lalu mengajak Mang Casdim untuk kembali ke tempat kerjanya.

Dari areal pesawahan itu ternyata memang jauh, hingga akhirnya sampai tepat di pinggir hutan.

Di sini ada tempat produksi hingga tempat penyimpanan bata merah sebelum diangkut ke atas truk.

Sambil melihat lokasi, Mang Casdim sempat melontarkan pemikirannya yang sangat luar biasa dan layak jadi tuntutan hidup.

"Manusia tidak wajib pintar, tapi harus mengerti. Buat apa pintar kalau cuma untuk minterin otrang lain," kata Mang Casdim.

Dedi pun termenung mendengar pernyataan Mang Casdim itu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved