Pengantin Baru Tewas Tertabrak Kereta Api, Malam Sebelumnya Minta Didoakan Yasin oleh Ibunda

Ia juga mengatakan hal yang sama dirasakan oleh ibu Denu, semalam sebelum meninggal Denu sempat ke rumah ibunya untuk meminta maaf.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Sebuah mobil Daihatsu Grandmax warna hitam B 2029 SZP ditabrak kereta api (KA) Serelo tujuan Lubuklinggau, Jumat (2/10/2020). 

Ia juga mengatakan hal yang sama dirasakan oleh ibu Denu, semalam sebelum meninggal Denu sempat ke rumah ibunya untuk meminta maaf.

"Denu inikan pengantin baru, bulan Juni kemarin dia menikah, dan dia ini baru pisah rumah dengan orang tuanya karena mau belajar hidup mandiri,"

"Menurut cerita ibunya tadi semalam, Denu ke rumah ibunya datang minta maaf sampai memeluk ibunya sambil menangis, ibunya sangat heran, dia tidak pernah seperti itu,"katanya.

Tak hanya itu iapun mengatakan pada ibunya untuk membacakan yasin malam nanti di rumahnya.

Kronologi

Seorang pengantin baru bernama Denu Aldino tewas saat mobilnya ditabrak kereta api di Tungkal, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Jumat (2/10/2020).

Denu saat itu sedang mengendarai mobil Daihatsu Grandmax warna Hitam Nopol B 2029 SZP.

Mobilnya ditabrak Kereta Api jurusan Palembang-Lubuklinggau di pintu perlintasan kereta api km 397+6 Jalan Ak Gani Rt 03, Rw 02 Kelurahan tungkal, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Jumat (2/10/2020) sekitat pukul 12.30.

Denu Aldino (24 tahun) warga Jalan Letnan Munandar, Kelurahan Talang Jawa, Kabupaten Lahat, terhimpit dan meninggal dunia.

Sedangkan rekannya Heriyadi (29 tahun), warga Perumnas Bengkurat Permai Sari Bunga Mas, Kabupaten Lahat, menderita luka berat.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut bermula ketika kedua korban bekerja ngampas (masukkan barang kelontongan ke toko-toko) yang tujuannya kota Muara Enim dan Kota Tanjung Enim.

Ketika dilokasi kejadian, mobil yang dikendarai korban datang dari arah Muara Enim menuju ke Perumahan PDAM Muara Enim tepatnya di Jalan AK Gani pintu perlintasan KA.

Sementara dari arah Palembang datang Kereta Api penumpang Serelo tujuan ke Lubuklinggau.

Saat itu tidak ada petugas Dishub Muara Enim yang menjaga pintu perlintasan kereta api.

Akibat tabrakan tersebut mobil Grandmax terseret terbaik sekitar 10 meter dari pintu perlintasan KA dan barang kelontongan berhamburan keluar mobil.

Mendengar ada suara keras, warga sekitar berhamburan keluar dan memberikan pertolongan dengan membalikkan mobil sehingga tegak kembali.

Warga membantu mengeluarkan kedua korban dari dalam mobil serta memberitahu ke Satlantas Muara Enim yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kecelakaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved