40 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Selama 2020, KAI Daop 3 Cirebon Akan Tutup 14 Perlintasan Liar
Luqman mengakui jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang pada tahun ini menurun hampir 50 persen dibanding 2019.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Luqman Arif, menyebutkan, sedikitnya ada 14 perlintasan liar yang akan ditutup dalam waktu dekat.
Menurut dia, 14 perlintasan liar itu tersebar di sejumlah lokasi di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.
"Saat ini, kami menargetkan akan menutup 14 perlintasan liar itu," ujar Luqman Arif.
Ia mengatakan, dari 14 perlintasan liar yang masuk dalam ditarget itu, sebanyak delapan di antaranya telah ditutup beberapa waktu lalu.
Karenanya, hingga kini tersisa enam perlintasan liar yang belum ditutup.
"Realisasi penutupan perlintasan liar tersebut kira-kira baru mencapai 57 persen," kata Luqman Arif.
Ia menyampaikan, penutupan pelintasan liar semacam itu membutuhkan proses tidak sebentar.
Bahkan, tidak jarang pihaknya menemui sejumlah kendala sehingga proses penutupannya memakan waktu lama.
Luqman memastikan, sosialisasi kepada masyarakat sekitar dilakukan sebelum menutup perlintasan liar.
Seban, hal itu merupakan prosedur yang harus dilaksanakan dalam proses penutupan perlintasan liar.
"Perlintasan liar yang ditutup adalah bukan jalur hilir mudik kendaraan, sehingga penutupannya justru memberi keamanan bagi warga sekitar," ujar Luqman Arif.
49 Perlintasan Liar Belum Ditutup
Dalam kurun tiga tahun terakhir, 2017-2020, sebanyak 68 perlintasan liar telah ditutup PT KAI Daop 3 Cirebon.
Menurut Luqman Arif, perlintasan liar itu rawan kecelakaan sehingga ditutup demi memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga sekitar.
"Itu jumlah keseluruhan perlintasan liar yang ditutup dari 2017 hingga September 2020," kata Luqman Arif kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (3/10/2020).