Gerakan 30 September

Kekejaman Cakrabirawa di Peristiwa G30S PKI, Jenderal Ahmad Yani Bangun Tidur Ditembak Secara Brutal

Adapun Irawan menuruti permintaan kelompok Cakrabirawa yang meminta Irawan membangunkan Jenderal Ahmad Yani dibangunkan.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Ilustrasi Jenderal Ahmad Yani saat dikepung pasukan Cakrabirawa 

Namun beberapa saat setelah itu, terdengar suara gaduh dari tempat penjaga di rumah tersebut.

Rupanya, suara tersebut berasal dari sepasukan tentara tak dikenal yang dengan cepat masuk ke halaman rumah.

Presiden pertama RI, Soekarno, saat menangis di makam Jenderal Ahmad Yani
Presiden pertama RI, Soekarno, saat menangis di makam Jenderal Ahmad Yani (ist/dok.Sekretariat Negara RI via Tribunnews)

Tentara itu berseragam Tjakrabirawa, lengkap dengan senjata, begitu menurut keterangan di buku "Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966".

Tentara tersebut dipimpin oleh Pembantu Letnan Satu Mukidjan dan Sersan Raswad.

Mereka lalu masuk, mengepung rumah dari segala penjuru.

Akhirnya, para tentara itu mendapati Eddy dan Mbok Mirah yang tengah duduk di ruang belakang, tak jauh dari pintu belakang rumah.

Tentara tersebut meminta Eddy agar Jenderal Ahmad Yani dibangunkan karena Mbok Mirah tak beranjak dari tempat duduknya.

Eddy pun pergi ke kamar ayahnya, dia menggoyangkan kaki ayahnya tersebut.

 Deretan Ucapan atau Kata-kata untuk Mengenang Pahlawan Revolusi yang Gugur di Peristiwa G30S/PKI

"Pak bangun pak, ada Tjakrabirawa mencari bapak. Bapak diminta datang ke istana," kata Eddy.

Jenderal Ahmad Yani bangun lalu melihat melalui kaca jendela yang menghubungkan ruang makan dengan ruang belakang.

Ahmad Yani kemudian menghampiri para tentara itu.

Sementara, Eddy yang ketakutan langsung berlari ke ruang belakang dan berdiri di dekan kolam ikan.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara Jenderal Ahmad Yani dan para tentara-tentara itu.

Akhirnya, suara tembakan terdengar, Ahmad Yani tersungkur di lantai ruang makan kediamannya.

Soekarno
Soekarno ()

Ahmad Yani yang bersimbah darah kemudian diseret.

Saudara-saudara Eddy terbangun dan mencari tahu apa yang terjadi di ruang makan.

Namun, para tentara tersebut membentak saudara-saudara Eddy untuk masuk kembali ke kamar masing-masing.

Mereka diancam akan ditembak kalau tak mengindahkan perintah tersebut.

Dini hari pukul 04.00 pada 1 Oktober 1965 menjadi peristiwa yang tak dapat dilupakan oleh Irawan Sura Eddy atas meninggalnya ayahandanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved