Breaking News:

Sejarah G30S PKI

Profil Letjen (Purn) TNI Sarwo Edhie Wibowo, Komandan RPKAD yang Memimpin Penumpasan G30S PKI

Tampilnya Sarwo Edhie dalam menumpas PKI ternyata karena balas dendam atas meninggalnya Menteri/Panglima AD Ahmad Yani dalam peristiwa G30S PKI.

Editor: Machmud Mubarok
(kopassus.mil.id)
Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, ayah Ani Yudhoyono. 

Nasib miris sempat akan menimpa Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo enam bulan setelah menjabat sebagai Pangdam II/Bukit Barisan di Medan, Sumatra Utara, pada tahun 1967.

Dilansir dari buku biografi Ani Yudhoyono yang berjudul 'Kepak Sayap Putri Prajurit' karya Alberthiene Endah, hal ini berawal saat mantan Danjen Kopassus itu menerima kabar akan dijadikan duta besar di Moskow, Rusia.

Ani Yudhoyono masih ingat dengan jelas, pada suatu sore ayahnya mengumpulkan keluarga di ruang tengah.

“Papi akan ditempatkan di Rusia. Moskow. Negara dengan faham komunis,” kata Sarwo Edhie, lirih.

Dia merasa sangat nelangsa dengan tugas baru ini.

“Bagaimanapun, dia selama ini dikenal sebagai penumpas komunis. Lalu kemudian dia diceburkan ke negara berfaham komunis. Bagi Papi ini seperti meledek dirinya,” kata Ani Yudhoyono dalam buku biografinya

Terlebih, Sarwo Edhie merasa tak ada yang salah dengan tugasnya sebagai Pangdam di Medan.

“Papi merasa niat baik dan semangatnya diputus sepihak,” kata Ani Yudhoyono.

Setelah mengungkapkan kesedihannya, Sarwo Edhie mengatakan bahwa keluarga harus ikhlas ikut ke Rusia.

Ani Yudhoyono kemudian memergoki ayahnya menjadi banyak melamun di depan rumah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved